Minggu, 12 Juni 2016

Raja Persi dan Petani Kurma


Oleh Ustadz Novel Bin Muhammad Alaydrus

DutaIslam.Com - Suatu hari Kisrâ (Julukan raja-raja Persi ) Anû Syarwân berjalan melewati seorang pria lanjut usia yang sedang menanam pohon kurma. Ia pun bertanya kepadanya:

"Untuk apa engkau menanam pohon kurma itu, sedangkan usiamu sudah cukup tua.  Bukankah kemungkinan besar engkau tidak akan menikmati buahnya?"

"Orang-orang yang telah meninggal dunia yang menanam kurma dan saat ini kita yang menikmati buahnya. Kini aku pun menanam pohon kurma ini dengan harapan agar orang-orang sepeninggalku nanti dapat menikmati hasilnya," jawab lelaki tua itu.

Anû Syarwân lalu memberinya hadiah uang tunai sebesar empat ribu dirham. Ketika menerima hadiah tersebut, lelaki itu berkata:

"Biasanya pohon kurma baru akan berbuah setelah berusia sepuluh tahun, akan tetapi, pohon yang satu ini baru ditanam langsung membuahkan hasil untukku."

Anû Syarwân kembali memberinya empat ribu dirham sembari berkata, "Lelaki ini seorang yang bijak." Ketika menerima uang tersebut, kakek tersebut kembali berkata, "Biasanya, dalam setahun pohon kurma berbuah hanya sekali, sedangkan pohon kurmaku ini, dalam sehari telah membuahkan hasil untukku sebanyak dua kali."

Anû Syarwân kembali memberinya empat ribu dirham sembari berkata kepada bendaharanya, "Mari segera kita tinggalkan tempat ini, sebelum lelaki ini menghabiskan harta kita."

(Dikutip dari Habîb ‘Ahmad bin Hasan bin 'Abdullâh Bin ‘Alwî bin Muhammad bin Ahmad Al-Haddâd, Tatsbîtul Fuâd, juz.1. hlm. 110-111)

Hikmah Dibalik Kisah
Bekerja mencari rezeki yang halal merupakan sebuah perbuatan yang mulia, hanya saja ia akan menjadi semakin mulia dan berbobot jika disertai dengan niat-niat yang mulia. Habib 'Abdullâh Bin ‘Alwî Al-Haddâd dalam salah satu nasihatnya berkata:

Seseorang hendaknya bekerja dengan niat untuk memberikan manfaat kepada dirinya, kepada orang lain dan kepada semua orang yang akan lahir sepeninggalnya kelak.  Sesungguhnya sebagian besar orang di zaman ini pun hidup dengan harta peninggalan orang-orang terdahulu dan tinggal di rumah-rumah mereka.

Sudahkah kita bekerja dengan niat untuk memberikan manfaat kepada orang banyak, kepada generasi setelah kita, kepada anak cucu kita? [dutaisalam.com/ ab]

Ustadz Novel Bin Muhammad Alaydrus,
pengasuh Majelis Ilmu Dan Dzikir Ar-Raudhah, Solo

_______________________

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini