Rabu, 22 Juni 2016

Doa Agar Cepat Berangkat Haji

doa haji

DutaIslam.Com - Catatan Kecil Pengajian Tafsir Al Qur'an Bulan Ramadhan hari Selasa (21/06/16) Ba'da Shubuh

Oleh: KH. M. Sya’roni Ahmadi Kudus

[Surat Al-Baqarah 149-152]

وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِنَّهُ لَلْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ (149) وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَيْكُمْ حُجَّةٌ إِلَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِي وَلِأُتِمَّ نِعْمَتِي عَلَيْكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ (150) كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آَيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ (151) فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ (152) 


Dan dari mana saja kamu keluar (datang), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram, sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. Dan dari mana saja kamu (keluar), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim diantara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). Dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk. Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.

Yang dikehendaki Allah akan ingat kepada orang yang ingat kepada-Nya adalah Allah akan membalas amal perbuatannya. Pada akhir ayat ini Allah memerintahkan kita untuk selalu bersyukur dan menghindari kufur nikmat. Karena Allah telah memberikan nikmat berlebih. Syukur manusia dengan menggunakan nikmat yang telah diberikan untuk beramal shalih pada-Nya. Allah mempunyai sifat “Syakur” artinya Allah membalas amal manusia dengan balasan yang luar biasa walau terhadap amal yang sedikit. Sebagaimana Q.S. An Nisa ayat 147: 

مَا يَفْعَلُ اللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِنْ شَكَرْتُمْ وَآَمَنْتُمْ وَكَانَ اللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمًا (147 


Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman ? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.

Wiridan “Ya Syakur” penting sekali bagi orang yang ingin segera berangkat haji. Kaifiyah atau tata caranya adalah setelah selesai melaksanakan shalat tahajud membaca:

- Istighfar (Astagfirulllahal adhim) x 70
- Tahlil (Lailahaillallah) x 100
- Ya Syakur x 1000

Kemudian berdo’a dengan bahasa Arab atau dengan bahasa yang ia mengerti dengan menyampaikan aduan kepada Allah bahwa ia sangat ingin melaksanakan ibadah haji agar dipercepat waktunya.
[Surat Al-Baqarah 153-157]

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ (153) وَلَا تَقُولُوا لِمَنْ يُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتٌ بَلْ أَحْيَاءٌ وَلَكِنْ لَا تَشْعُرُونَ (154) وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (155) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (156) أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ (157) 


Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun" Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. 

Minta tolong pada Allah dalam urusan akhirat adalah dengan sabar dan shalat. Orang yang gugur dijalan Allah (mati syahid) jangan dianggap ia mati tapi sebenarnya ia masih hidup tapi beralih alamnya. Nyawanya dibawa oleh burung berwarna hijau dalam temboloknya di surga, menikmati kenikmatan makanan dan minuman surga.

Umat Islam pasti akan menemui ujian yang bermacam-macam; rasa takut, lapar, kurang harta, jiwa dan buah-buahan. Para shahabat juga pernah ditimpa ujian sampai turun surat Al Quraisy sebagai peringatan Allah untuk mengingat nikmat yang telah diberikan. 

Umat Islam di Indonesia juga pernah merasakan ujian ini ketika perang pada masa PKI, Jepang, Agresi Militer Belanda ke II. Beliau KH. M. Sya’roni Ahmadi juga mengisahkan pengalaman ujian ini ketika Agresi Militer II tahun 1948. Beliau mendekam di balik jeruji besi selama beberapa hari dan tidak dapat shalat dengan sempurna karena tidak disediakan air untuk berwudlu. 

Beliau melaksanakan shalat hurmat waktu dan bernadzar jika diberi keselamatan dan bebas akan mandi di Kaligelis (sungai sebelah timur masjid menara kudus) dan mengkhatamkan Al Qur’an. Saat pemeriksaan akhirnya beliau tidak masuk kelompok orang yang dibunuh tapi dibebaskan. Setelah beliau bebas beliau melaksanakan nadzarnya.

Orang yang sabar adalah orang yang ketika ditimpa musibah mengucapkan "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun". Maka perlu diingat bagi pelaksana upacara pemberangkatan jenazah ketika muqaddimah setelah mengucap salam jangan memulai dengan bacaan hamdalah (Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin) tapi bacaan tarji’ (Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun). Kemudian diterjemah memakai bahasa Indonesia atau bahasa Jawa atau bahasa yang sesuai dengan daerah masing-masing lalu menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pelayat. [dutaislam.com/ ed]
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini