Jumat, 06 Mei 2016

Ini Tokoh Khawarij Pertama Sejak Rasul Diutus


DutaIslam.Com - Firqah salaf (terdahulu) atau firqah pada zaman Rasulullah yang gemar menyalahkan dan bahkan mengkafirkan muslim lain yang tidak sepaham (sependapat) dengan mereka adalah orang-orang seperti Dzul Khuwaishirah, penduduk Najed dari bani Tamim

Dzul Khuwaishirah tokoh penduduk Najed dari bani Tamim juga termasuk salaf karena bertemu dengan Rasulullah namun tidak mendengarkan dan mengikuti Rasulullah melainkan mengikuti pemahaman atau akal pikirannya sendiri yang berakibat menjadikannya sombong dan durhaka kepada Rasulullah yakni merasa lebih pandai dari Rasulullah sehingga berani menyalahkan dan menghardik Rasulullah

Abu Sa’id Al Khudriy radliallahu ‘anhu berkata; Ketika kami sedang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang sedang membagi-bagikan pembagian (harta), datang Dzul Khuwaishirah, seorang laki-laki dari Bani Tamim, lalu berkata; Wahai Rasulullah, tolong engkau berlaku adil. Maka beliau berkata: Celaka kamu! Siapa yang bisa berbuat adil kalau aku saja tidak bisa berbuat adil. Sungguh kamu telah mengalami keburukan dan kerugian jika aku tidak berbuat adil. (HR Bukhari 3341)

Abu Sa’id berkata; Orang-orang Quraisy marah dengan adanya pembagian itu. kata mereka, kenapa pemimpin-pemimpin Najd yang diberi pembagian oleh Rasulullah, dan kita tidak dibaginya? maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun menjawab: Sesungguhnya aku lakukan yang demikian itu untuk membujuk hati mereka. 

Sementara itu, datanglah laki-laki berjenggot tebal, pelipis menonjol, mata cekung, dahi menjorok dan kepalanya digundul. Ia berkata, Wahai Muhammad! Takutlah Anda kepada Allah! Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Siapa pulakah lagi yang akan mentaati Allah, jika aku sendiri telah mendurhakai-Nya? Allah memberikan ketenangan bagiku atas semua penduduk bumi, maka apakah kamu tidak mau memberikan ketenangan bagiku? (HR Muslim 1762)

Orang-orang seperti Dzul Khuwaishirah, penduduk Najed dari bani Tamim adalah orang-orang yang menyalahkan umat Islam lainnya yang tidak sepaham (sependapat) dengan mereka sehingga mereka menyempal keluar (kharaja) dari mayoritas kaum muslim (as-sawadul a’zham) yang disebut dengan khawarij. Khawarij adalah bentuk jamak (plural) dari kharij (bentuk isim fail) artinya yang keluar.

Oleh karena orang-orang seperti Dzul Khuwaishirah, penduduk Najed dari bani Tamim salah memahami Al Qur’an dan As Sunnah sehingga mereka bersikap takfiri yakni mengkafirkan umat Islam yang tidak sepaham (sependapat) dengan mereka dan berujung menghalalkan darah atau membunuhnya.

Lihat saja sejarah kebengisan mulai dari perebutan dan perampasan kekuasaannya terhadap khalifah Utsmaniyah. Setelah kekuasaan di tangannya, mereka mulai mencari keturunan nabi dan membunuhinya. Maka timbul pertanyaan. Untuk apa mereka mumbunuh keturunan Rasul?

Jelas ini menyangkut banyak masalah. Di antaranya dendam keluarga, dendam kekuasaan, dendam kesukuan dan keturunan serta dendam dendam lainnya. Makanya mereka mencari cari kesalahan dan kelemahan yang sejak dulu kala sudah dianggap musuh oleh mereka.

Cuma saja para pengikutnya dan pembeonya di Indonesia ini tidak paham apa sesungguhnya yqng terjadi. Kebanyakan dari mereka hanya ikut ikutan. Kalau ustadznya sudah caci maki, mereka pun ikut seperti itu. Kalau ustadz nya membenci mereka pun ikut benci.

Inilah salah satu pemisah antara satu kelompok dan kelompok lainnya sampai akhir zaman.
Sampai turunnya imam mahdi, keturunan Rasulullah, yang kata mereka terputus-putus itu.

Kalau keturunan nabi terputus, tentulah Imam Mahdi tidak akan turun. Kalau Imam Mahdi tidak turun tentu hadits Nabi dianggap palsu oleh mereka. La haula wala quwwata illa billahil'aliyyil 'azim.
Na'uzubillah. [dutaislam.com/abd]
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini