Dutaislam.com Mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1439 H. Kamis, 21 September 2017

  • Santri Digital Pasuruan Siap Perang di Dunia Maya

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Selasa, 12 April 2016
    A- A+
    Pasuruan - Hidup di era peradaban digital membuat informasi menyebar secepat kilat dan sangat mudah untuk di akses. Lahirnya Generasi social media sangat berpengaruh pada perkembangan informasi yang tersebar melalui jaringan internet. Maka, menjadi kewajiban bersama untuk melindungi generasi kita dari bahaya informasi yang menyesatkan. (Baca Duta Islam: Ini Alasan Orang Wahabi Mudah Mau Diajak Perang Bersama ISIS)

    Oleh karena itu, Lembaga Kajian Pemberdayaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU kota Pasuruan berkerjasama dengan Cyber NU Jawa Timur menggelar pelatihan Kader Santri Digital an-Nahdliyah, bertajuk “Peran Strategis Santri Digital dalam Memperkuat Arus Dakwah Islam Ahlusunnah wal Jamaah an-Nahdliyah,” bertempat di Pondok Pesantren Bayt Al Hikmah Kota Pasuruan. Ahad (10/04/2016). 

    M. Iskandar Zulkarnain, ketua panitia, mengatakan bahwa peserta pelatihan terdiri dari perwakilan lembaga dan banom NU baik internal PCNU Kota Pasuruan maupun ekternal. Ada juga perwakilan dari pondok pesantren serta kaum muda nahdliyin delegasi dari organisasi kemahasiswaan. 
     
    “Mereka (peserta) dilatih agar mampu membuat dan mengelola website. Pelatihan ini merupakan rangkaian acara Harlah NU yang dilaksanakan PCNU Kota Pasuruan, kemudian oleh Lakpesdam dikemas dalam bentuk pelatihan Kader Santri Digital,” terang Iskandar. (Baca Duta Islam: Diaspora NU dan Tantangan Terorisme)
     
    Dalam sambutannya, ketua Lakpesdam NU Kota Pasuruan, Waladi Imaduddin, menegaskan NU harus menguasai dunia maya sebagai alat syiar berdakwah. Menurutnya, maraknya radikalisme melalui Internet, baik dalam konteks pemikiran maupun aksi harus diakui menjadi sebuah ancaman bersama. 

    “Tak bisa kita pungkiri bahwa kemudahan setiap individu dalam mengakses internet mengharuskan kita untuk menjaga dan memberi informasi keislaman dan kebangsaan yang benar,” papar Waladi. (Baca Duta Islam: Awas, Indonesia Dikuasai Radikal Muda)
     
    NU, kata Waladi, harus sadar sejak dini dengan terus membangun kemampuan warganya menguasai teknologi informasi sehingga pandangan NU yang rahmatan lilalamin serta cinta NKRI dapat terjaga dan terbentengi dari radikalisasi yang menyebar di dunia internet. [dutaislam.com/ab]

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR: