Dutaislam.com mengapresiasi batalnya Permendikbud 23/2017 dan Mengutuk Keras Situs Adudomba Milik Kader Muhammadiyah Sangpencerah.id!

  • Ketika Ali Zainal Abidin Dituduh Mencuri Uang di Masjid

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Senin, 11 April 2016
    A- A+
    DutaIslam.Com - Sayyid Imam Ali Zainal Abidin adalah putra dari sayyidina Husein cucu Rasulullah SAW. Setiap hari beliau sholat 1000 raka’at, sampai-sampai kening beliau terlihat bekas sujud, saking seringnya beliau bersujud untuk beribadah kepada Allah SWT. (Baca Duta Islam: Jidat Hitam Bukan Tanda Keshalihan)

    Suatu hari ada seorang yang merupakan penduduk baru di kampung dimana Imam Ali Zainal Abidin tinggal. Orang tersebut mempunyai hutang kepada temannya dan hari itu dia berencana untuk membayar hutang tersebut. 


    Sewaktu di perjalanan dia mampir di masjid untuk menunaikan sholat. Setelah sholat dia melanjutkan perjalananya. Di tengah perjalanan dia sangat kaget karena uang senilai 2000 dinar yang rencanaya untuk membayar hutang ternyata setelah dicari-cari tidak ada. Dia bingung, ditelusuri jalan yang tadi dilewatinya, tapi dia tidak menemukan uang tersebut. Akhirnya, sampailah dia ke masjid tempat dia sholat tadi.

    Di dalam masjid hanya ada satu orang yang sedang melaksanakan sholat. Orang ini tanpa banyak basa-basi langsung saja menuduh orang yang sedang sholat tersebut adalah orang yang telah mengambil uangnya. Dia tidak tahu kalau yang sedang sholat itu adalah Sayyid Ali Zainal Abidin. Beliau mengatakan tidak tahu menahu mengenai uang yang dimaksud oleh orang tersebut, tetapi beliau tetap dipaksa untuk mengakui kalau beliau yang telah mengambil uangnya.

    Akhirnya sang Imam mengajak orang tersebut untuk ke rumahnya, kemudian di rumah tersebut orang itu dijamu dengan baik dan sopan. Tak lama Sayyid Ali keluar membawa uang sejumlah 2000 dinar untuk diberikan kepada orang tersebut. Tanpa banyak bicara orang tersebut langsung keluar dari dalam rumah Imam untuk membayarkan uang tersebut.

    Setelah membayar, orang itu pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah, istrinya bertanya, apakah tadi jadi bayar hutang? Dan suaminyapun mengiyakan. Istrinya tidak percaya dan berkata: “Bagaimana kau membayar hutang sedangkan uang 2000 dinar yang seharusnya dibuat membayar ketinggalan di rumah?” sambil menunjukan uang tersebut. 

    Kontan saja dia langsung diam dan termenung membayangkan apa yang telah terjadi tadi. Dia telah menuduh orang tanpa sebab, tapi kenapa orang tersebut yang dituduh tidak marah sedikit pun, malahan membantunya, siapa gerangan orang tersebut. (Baca Duta Islam: Politik Penyesatan Sunni-Syiah)

    Dia pun langsung menuju rumah Sayyid Ali. Sesampainya di sana dia masih bingung apakah benar rumah ini yang tadi ia datangi. Dia bertanya kepada salah seorang tetangga sang imam. Tetangga itu berkata yang ia tanyakan tadi adalah rumah Imam Ali Zainal Abidin bin Husein putra Fatimah Az Zahro binti Rasulullah SAW. 

    Dia memberanikan diri untuk mengetuk pintu sang Imam dengan sangat ketakutan, mengira pasti akan dihukum oleh sang imam. Setelah dibukakan pintu, Sayyid Ali menyambutnya dengan baik dan mempersilahkan masuk. Sang imam bertanya “Apakah masih kurang uang yang saya berikan?”.

    Orang itu menceritakan apa yang terjadi yang sebenarya dan dia memohon maaf kepada Imam Ali Zainal Abidin atas kesalahan yang telah dibuatnya. Dijawablah, “Saya sudah memaafkan kamu sewaktu kemarin di masjid, sewaktu kamu pertama kali menuduh saya.

    Orang tersebut semakin sedih dan sangat merasa bersalah kepada beliau. Kemudian dia memberikan uang sejumlah 2000 dinar kepada Imam Ali Zainal Abidin sebagai pengganti uang yang dulu, tetapi Imam Ali Zainal Abidin tidak mau menerimanya. Beliau bilang “Saya Ikhlas atas uang tersebut”.

    Sungguh Akhlaq dari dzurriyah Nabi Muhammad yang sangat mulia. [dutaislam.com/ed]

    ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺍﻷﻣﻲ ﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﺍﻟﻌﻠﻲّ ﺍﻟﻘﺪﺭ ﺍﻟﻌﻈﻴﻢ ﺍﻟﺠﺎﻩ ﻭﺃﻏﻨﻨﻲ ﺑﻔﻀﻠﻚ ﻋﻤﻦ ﺳﻮﺍﻙ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺃﻋﻨّﻲ ﻋﻠﻰ ﺫﻛﺮﻙ ﻭﺷﻜﺮﻙ ﻭﺣﺴﻦ ﻋﺒﺎﺩﺗﻚ ﻭﺍﻟﻄﻒ ﺑﻲ ﻓﻴﻤﺎ ﺟﺮﺕ ﺑﻪ ﺍﻟﻤﻘﺎﺩﻳﺮ ﻭﺍﻏﻔﺮ ﻟﻲ ﻭﻟﺠﻤﻴﻊ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻭﺍﺭﺣﻤﻨﻲ ﻭﺇﻳﺎﻫﻢ ﺑﺮﺣﻤﺘﻚ ﺍﻟﻮﺍﺳﻌﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻭﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﺍﻵﺧﺮﺓ ﻳﺎ ﻛﺮﻳﻢ ﻳﺎ ﺭﺣﻴﻢ
    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR: