Dutaislam.com mengapresiasi batalnya Permendikbud 23/2017 dan Mengutuk Keras Situs Adudomba Milik Kader Muhammadiyah Sangpencerah.id!

  • Innalillah, KH Ali Mustafa Yaqub Wafat Pagi Tadi. Ini Kultweet Terakhir dan Karyanya

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Kamis, 28 April 2016
    A- A+
    Jenazah KH Musthafa Yaqub saat dicium santri
    DutaIslam.Com -  Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Salah satu ulama besar Indonesia, KH Ali Mustafa Yaqub, berpulang. Ia wafat di RS Hermina, Ciputat Tangerang Selatan pada Kamis, (28/4) pukul 06.00 pagi akibat penyakit diabetes yang dialaminya. 

    Kabar duka ini dibenarkan oleh sahabat dan murid beliau, M. Syarif Hidayatullah. “Tak ada yang menyangka guru kami Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Ya’qub menghadap Ilahi,” kata dia, Kamis pagi. Jenazah almarhum akan disemayamkan di rumah duka Pesantren Darussunnah, Ciputat, Tangerang Selatan. Yaki pesantren yang selama ini ia asuh sejak 1999.

    Semasa hidupnya, KH Ali Mustafa Yaqub dikenal sebagai mantan Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Anggota Dewan Syariah Nasional selain sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta keempat sebelum digantikan oleh Prof. Dr. Nasaruddin Umar. Pernah pula menjabat sebagai Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama bagian Fatwa (2009-2015)

    KH Ali Mustafa merupakan salah satu ulama Indonesia ahli hadis yang aktif mendakwahkan Islam moderat hingga ke mancanegara. Kemampuannya dalam ilmu hadits membuatnya didaulat menjadi Ketua Lembaga Pengkajian Hadis Indonesia (LepHi).

    Pendidikan KH Ali Mustafa Yaqub hingga mendalami agama dimulai dari menjadi santri di  Pondok Seblak Jombang dilanjutkan ke  Pesantren Tebuireng Jombang. Ia kemudian belajar formal di Fakultas Syariah Universitas Hasyim Asy’ari dan belajar kitab kuning kepada para kiai sepuh diantaranya KH. Idris Kamali, KH. Adlan Ali, KH. Shobari dan al-Musnid KH. Syansuri Badawi.

    Pada tahun 1976, beliau belajar di Fakultas Syariah Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Saudi Arabia. Dan melanjutkan ke Universitas King Saud, Jurusan Tafsir dan Hadis.
    Bekal ilmu yang diperolehnya kemudian diajarkan di Institut Ilmu al-Quran (IIQ), Institut Studi Ilmu al-Quran (ISIQ/PTIQ), Pengajian Tinggi Islam Masjid Istiqlal, Pendidikan Kader Ulama (PKU) MUI, Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STIDA) al-Hamidiyah, dan IAIN Syarif Hidayatullah.

    Selain di kampus, ulama ahli hadist ini juga memanfaatkan media sosial Twitter untuk berdakwah. Pada Kamis (28/4/2016), lewat akun @AliMustafaYaqub, ia membuat kuliah lewat Twitter (kultwit) sebanyak 30 cuitan. KH Ali Mustafa mulai bergabung di Twitter pada 2013. berikut kultweet terakhir KH Musthafa Yaqub: 
    1. NIIS, Khawatij, dan Terorisme   
    2. Berita hilangnya 16 WNI di Turki yg diduga bergabung dg Negara Islam di Irak & Suriah kembali mengentakan perhatian dunia 
    3. NIIS (Negara Islam Irak dan Suriah) yg konon dibentuk thn 2013 ternyata tidak padam kendati dunia mengetuk mereka 
    4. Hal ini memperkuat dugaan bhw NIIS tdk berdiri sendiri ttpi ada pihak yg sengaja mendirikan dan memelihara utk kepentingan tertentu 
    5. Dlm sejarah Islam, paham2 radikal telah muncul sepeninggalan Nabi Muhammad SAW, sekurang-kurangnya pada dekade ke-4 Hijriah 
    6. Dalam Pemerintahan Amirulmukminin Ali bin Abi Thalib RA telah muncul paham khawarij 
    7. Khawarij adalah bentuk plural dr Khawarijah yg berarti kelompok yg keluar Pada Masa Pemerintahan Ali bin Abi Thalib 
    8. khawarij adalah kelompok yg tdk loyal lagi thdp Pemerintahan Ali bin Abi Thalib. 
    9. Dalam konteks masa kini Khawarij adalah kelompok yg berpaham anti Pemerintahan 
    10. Mereka berpendapat ketika kepala Negara sdh melakukan sesuatu yg dilarang Allah maka ia dinilai tlh melakukan dosa besar 
    11. Dan Krn itu ia tdk wajib ditawari lantaran telah keluar dr agama Islam. Ronde berikutnya kelompok ini berpendapat bhw , 
    12. Kepala Negara yg telah melakukan perbuatan seperti itu wajib diperangi dan halal dibunuh. Inilah paham kelompok Khawarij 
    13. Pd akhir abad pertama/ paling tdk Awal abad ke Hijriah muncul jg kelompok radikal lain dlm sejarah Islam yaitu kelompok Muktazilah 
    14. Berbeda dr kelompok Khawarij yg berawal dr pemikiran politik kemudian merambah ke wilayah teologis, kelompok Muktazilah justru sebaliknya 
    15. ia muncul dr pemikiran teologis, kemudian merambah ke wilayah Politik 
    16. Paham Muktazilah yg di motori Washi bin Atha ini pendapatnya bersebrangan dg gurunya Imam Al-Hasan Al-Bashri (Ulama generasi Thabi'in) 
    17. Menurut Mukhtazilah yg dimaksud amar makruf nahi munkar adlh memerangi para pemimpin bangsa 
    18. Maka, dua kelompok ini -Khawarij dan Mukhtazilah menyatu dlm pemikiran dan perilaku radikalisme 
    19. Sekurang-kurangnya Awal abad ke-3 H, kedua paham ini hilang ditelan sejarah. Hanya disebut saja dlm Buku bhw ada kelompok Ibadhiah 
    20. Namun tiba-tiba Tahun 1991 setelah Perang Teluk dua paham tadi muncul kembali dan menyebar di berbagai belahan dunia 
    21. Kendati kelompok2 itu mengibarkan agama sejatinya terorisme tak ada kaitannya dg agama manapun 
    22. Karena terorisme memang tdk memiliki agama dan kebangsaan. Sebab terorisme dpt datang dr pemeluk agama mana saja dan dr Bangsa apa saja 
    23. Ketika kami menerima empat senator AS di Masjid Istiqlal dan mereka menanyakan ttng ISIS /NIIS kami jwb bhw NIIS bknlah gerakan Islam 
    24. ISIS tdk pernah Lahir dr Rahim Umat Islam. Hal itu Krn ISIS karakter dan perilakunya sangat jauh bertentangan dengan ajaran Islam 
    25. Oleh krn itu mengaitkan ISIS dg Agama Islam akan melahirkan kesimpulan yg salah krn Islam adlh ajaran yg tertulis dlm Al-Quran & Hadist 
    26. Justru yg dilakukan oleh oknum2 muslim yg justru sangat menyimpang dr ajaran Islam 
    27. Setiap perbuatan terorisme & radikalisme hrslah dipahami sbg kriminalisasi yg dilakukan oleh seseorang yg boleh Jd menganut agama ttntu 
    28. Kendati demikian terorisme dan radikalisme bukanlah ajaran agama yg dianut krn ajaran agama yg dianut sangat mengutuk perlakuan tsb 
    29. Terorisme dpt lahir dr ketidakadilan, didesain dan dipelihara pihak2 tertentu utk kepentingan tertentu 
    30. Terorisme juga dpt lahir krn kebodohan dlm memahami agama.

    Biografi KH Musthafa Yaqub: 
        
    Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA lahir di Kemiri, Batang, Jawa Tengah, pada tanggal 2 Maret 1952 M. Domisili di Jl. SD. Inpres No. 11 RT.002 RW.09 Pisangan-Barat Ciputat 15419 Tangerang-Selatan Banten.

    Pendidikan KH. Ali Mustafa Yaqub mulai dari SD sampai SMP, semua dijalani di Batang kota kelahirannya. Setelah tamat SMP minatnya untuk belajar agama mulai tumbuh, Ali Mustafa kecil bertandang ke sebuah pesantren di Seblak, Jombang untuk belajar agama sampai tahun 1969.

    Kemudian beliau nyantri lagi di pesantren Tebu Ireng, Jombang sampai tingkat Fakultas Syari’ah Universitas Hasyim As’ari sampai awal tahun 1976. Dan pada tahun itu juga ia masuk Fakultas Syari’ah Universitas Muhammad ibnu Saud sampai tahun 1985 kemudian mengambil Master di Universitas yang sama pada Jurusan Tafsir dan Ilmu Hadits.

    Secara garis besar, pendidikan KH. Ali Mustafa Yaqub adalah:
    1. Pondok Pesantren Seblak Jombang (1966–1969). 
    2. Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang (1969–1971).
    3. Fakultas Syariah Universitas Hasyim Asy’ari, Jombang (1972–1975).
    4. Fakultas Syariah Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Saudi Arabia (S1, 1976–1980).
    5. Fakultas Pascasarjana Universitas King Saud, Riyadh, Saudi Arabia, Spesialisasi Tafsir Hadits (S2, 1980–1985). 
    6. Universitas Nizamia, Hyderabad, India, Spesialisasi Hukum Islam (S3, 2005–2008).

    Karya-karya KH. Ali Mustafa Yaqub diantaranya adalah:
    1. Memahami Hakikat Hukum Islam (Alih Bahasa dari Prof. Dr. Muh. Abdul Fattah al-Bayanuni, 1986).
    2. Nasihat Nabi kepada Para Pembaca dan Penghafal al-Quran (1990).
    3. Imam al-Bukhari dan Metodologi Kritik dalam Ilmu Hadits (1991).
    4. Hadits Nabawi dan Sejarah Kodifikasinya (Alih Bahasa dari Prof. Dr. Muhammad Mustafa Azami, 1994).
    5. Kritik Hadits (1995).
    6. Bimbingan Islam untuk Pribadi dan Masyarakat (Alih Bahasa dari Muhammad Jamil Zainu, Saudi Arabia, 1418 H).
    7. Sejarah dan Metode Dakwah Nabi (1997).
    8. Peran Ilmu Hadits dalam Pembinaan Hukum Islam (1999).
    9. Kerukunan Umat dalam Perspektif al-Quran dan Hadits (2000).
    10. Islam Masa Kini (2001).
    11. Kemusyrikan Menurut Madzhab Syafi’I (Alih Bahasa dari Prof. Dr. Abdurrahman al-Khumayis, 2001).
    12. Aqidah Imam Empat Abu Hanifah, Malik, Syafi’i dan Ahmad (Alih Bahasa dari Prof. Dr. Abdurrahman al-Khumayis, 2001).
    13. Fatwa-fatwa Kontemporer (2002).
    14. MM Azami Pembela Eksistensi Hadits (2002).
    15. Pengajian Ramadhan Kiai Duladi (2003).Hadits-hadits Bermasalah (2003).
    16. Hadits-hadits Palsu Seputar Ramadhan (2003).
    17. Nikah Beda Agama dalam Perspektif al-Quran dan Hadits (2005).
    18. Imam Perempuan (2006).
    19. Haji Pengabdi Setan (2006).
    20. Fatwa Imam Besar Masjid Istiqlal (2007).
    21. Ada Bawal Kok Pilih Tiram (2008).
    22. Toleransi Antar Umat Beragama (Bahasa Arab–Indonesia 2008).
    23. Islam di Amerika; Catatan Safari Ramadhan 1429 H Imam Besar Masjid Istiqlal (Bahasa Inggris–Indonesia 2009).
    24. Kriteria Halal-Haram untuk Pangan, Obat dan Kosmetika Menurut al-Quran dan Hadits (2009).
    25. Mewaspadai Provokator Haji  (2009).
    26. Islam Between War and Peace (Pustaka Darus-Sunnah 2009).
    27. معايـير الحلال والحرام في الأطعمة و الأشر بة و الأدوية والمستحضرات التجميلية على ضوء الكتاب و السنة  (2010)
    28. Kiblat; Antara Bangunan & Arah Ka’bah (Bahasa Arab-Indonesia 2010).
    29. القبـلة على ضوء الكتاب و السنـة باللغـة العربيـة (2010)25 
    30. 25 Menit Bersama Obama (Masjid Istiqlal Jakarta 2010).
    31. Kiblat Menurut al-Quran dan Hadits; Kritik Atas Fatwa MUI No.5/2010 (2011).
    32. Ramadhan Bersama Ali Mustafa Yaqub (2011).
    33. Cerita dari Maroko (2012).
    34. Makan Tak Pernah Kenyang (2012).
    35. Ijtihad, Terorisme dan Liberalisme (Bahasa Arab-Indonesia 2012).
    36. Panduan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar (Hisbah) (Bahasa Arab-Indonesia 2012)

    Aktivitas dan Jabatan KH. Ali Mustafa Yaqub antara lain:
    1. Pengasuh Pesantren Luhur Ilmu Hadits Darus Sunnah, Pisangan-Barat, Ciputat (1997- 2015).
    2. Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat (2005–2010).
    3. Wakil Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN) Majlis Ulama Indonesia (MUI)  (1997–2010).
    4. Guru Besar Hadits & Ilmu Hadits Institut Ilmu al-Quran (IIQ) Jakarta (1998–2016).
    5. Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta (2005–2016).
    6. Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Fatwa (2010–2016).
    7. Penasihat Syariah Halal Transactions of Omaha Amerika Serikat (2010–2016).

    Bukan hanya kancah dakwah dalam negeri, beliau juga mengembangkan sayap dakwahnya hingga ke luar negeri. Hal itu bisa kita lihat dari tugas luar negeri yang pernah KH. Ali Mustafa Yaqub laksanakan, diantaranya adalah:
    1. Anggota Delegasi MUI untuk Mengaudit Pemotongan Hewan di Amerika (2000).
    2. Ketua Delegasi MUI untuk Mengaudit Pemotongan Hewan di Amerika dan Kanada (2007).
    3. Peserta & Pemakalah dalam Konfrensi Internasional tentang Metode Penetapan Fatwa di Kuala Lumpur, Malaysia (2006).
    4. Studi Banding tentang Metode Pelestarian Al-Quran, di Iran, Mesir dan Saudi Arabia, Anggota Delegasi Departemen Agama RI (2005).
    5. Studi Banding tentang Metode Pelestarian al-Quran, di Turki, Anggota Delegasi Departemen Agama RI (2006).
    6. Peserta Konfrensi Internasional ke-6, Lembaga Keuangan Islam, Bahrain (2007).
    7. Safari Ramadhan 1429 H di Amerika dan Kanada (2008).
    8. Naib Amirul Hajj Indonesia, 1430 H/2009 M.
    9. Narasumber Seminar Takhrij Hadits Serantau, Kuala Lumpur Malaysia, (Desember 2009).
    10. Narasumber Seminar Kepimpinan Pegawai-pegawai Masjid, Bandar Seri Begawan Negara Brunei Darussalam (November 2010).
    11. Narasumber Pengajian Ramadhan ad-Durus al-Hassaniyah 1432 H/ 2011 M, Kerajaan Maroko (Agustus 2011).
    Selamat jalan Kyai. Kami akan mengenang jasa-jasa dan peninggalan Kyai untuk perbaikan generasi kami selanjutnya. Terimakasih telah meninggalkan banyak karya. 

    اللهــم .. يا حنَّان ، يا منَّان ،
    يا واسع الغفران ، اغفر له
    و ارحمه ،وعافه واعف عنه

    و أكرم نزله ، و وسع مدخله 
    و اغسله بالماء و الثلج و البرد ،
    و نقِّه من الذنوب
    و الخطايا كما ينقَّى الثوب الأبيض من الدنس

    اللهــــم .. أبدله داراً خيراً من داره، و أهلاً خيراً من أهله،
    و أدخله الجنة و أعذه من عذاب القبر و من عذاب النار

    اللهــــم .. عامله بما أنت أهله ،
    و لا تعامله بما هو أهله

    اللهــــم .. اجره عن الاحسان إحسانا و عن الإساءة عفواً 
    و غفراناً

    اللهــــم .. أنزله منزلاً مباركاً
    و أنت خير المنزلين

    اللهــــم .. أنزله منازل الصدِّيقين و الشهداء وحسن أولئك رفيقاً
    اللهــــم .. اجعل قبره روضة من رياض الجنة ، و لا تجعله حفرة من حفر النار
    اللهــــم .. افسح له في قبره و مد بصره ، وافرش قبره من فراش الجنة
    اللهــــم أعذه من عذاب القبر ، وعذاب النار..... اللهــــم أمــــين ...

    Source: dari pelbagai sumber (diolah)
    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR: