Rabu, 20 April 2016

Ini Makna Tajdid Menurut KH Hasyim Muzadi

DutaIslam.Com - KH. Hasyim Muzadi menghadiri malam puncak haul almarhumin di Pesantren Buntet Cirebon. Acara rutin tahunan ini dihadiri oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifudin, Kapolda Jabar, Irjen Pol. Drs. Jodie Rooseto, para masyayikh Pesantren Buntet, KH. Nahduddin Abbas, KH. Anas Arsyad, KH. Adib Rofiudin Izza, juga para pejabat dan tokoh masyarakat serta ribuan jamaah yang hadir dari pelbagai kota sekitar Cirebon.


Berikut poin-poin isi ceramah KH Hasyim Muzadi:

1. Pesantren harus bangkit mempertahankan Fikrah Aswaja an-Nahdliyyah. Karena saat ini sedang terjadi "Ghozwul Fikri" (perang pemikiran). Masing –masing mengaku dan merasa manhaj masing-masing dan menjamin terselenggaranya Islam rahmatan lil alamin.

2. Sekarang ini waktunya para ulama bernahdlhah (bangkit) untuk meneruskan perjuangan yang telah digali dan diperjuangkan salafus sholih, kemudian menyajikan kepada masyarakat dengan cara/metode yang baru, tetapi barangnya barang lama. Al-Muhafadzatu ‘alal Qodimissholih wal ‘akhdu bil jadidil ashlah, tanpa harus menggeser "miqatnya" dan merubah "manhajnya".

3. Yang kita perjuangkan adalah Al-Qur'an dan Hadits. Yang kita perjuangkan adalah ahlussunnah wal jama’ah an-Nahdliyah.

4. Periode awal dakwah Islam yang dilakukan oleh para wali di Indonesia, dilanjutkan oleh ulama-ulama pesantren melalui jalur pendidikan yang dipelopori KH. Hasyim Asy'ari dan yang lain, dan itu usianya sudah hampir 100 tahun yang lalu. Dan biasanya, setiap 100 tahun akan ganti generasi.

5. Setiap perubahan generasi, berubah konsumennya, berubah pula tantangan zamannya. Padahal yang diperjuangkan tetap Al-Quran, Hadist dan Ilmu Ulama. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasul: Bahwa Allah akan mengutus mujaddid di muka bumi ini pada setiap generasi. Maka di sinilah peran pesantren melakukan melakukan tajdid.

6. Makna tajdid bukanlah membuat atau mengadakan sesuatu yang baru. Kyai Ahmad Shiddiq mendefinisikan tajdid sebagai
جعل القديم كالجديد
Menjadikan sesuatu yang lama seperti yang baru, atau dengan menyepuh (merenovasi) hal yang lama menjadi baru. Atau dengan kemasan yang baru (inovasi).

7. Dulu Pada zaman KH.Wahab Hasbullah untuk mempertahankan Aswaja harus berangkat sendiri ke Saudi Arabia, yang pada akhirnya dikenal dengan istilah “Komite Hijaz”. Tujuannya, agar Aswaja diberikan tempat. Tapi kalau sekarang wahabi dan syiah sudah ada di sekeliling kita.

8. Salah satu ciri Aswaja kita adalah tasamuh, tetapi bukan yang berarti menyerahkan. Tasamuh itu mengerti dan memahami perbedaan yang ada dengan firqoh lain. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran, lana a’maluna wa lakum a’malukum, lakum dinukum waliyadiin.

9. Kelemahan Aswaja kita dengan yang lain adalah ilmu, amal, harokah dan maaliyah. Nah, ini berbeda dengan kita. Kita ini baru berada dalam tataran ilmu amaliyyah dan beramal ilmiyyah.

10. Penguatan ahlussunnah wal jamaah itu hanya bisa dilakukan oleh pesantren. Tapi, tidak semua pesantren. Yang bisa adalah pesantren yang mempunyai silsilah langsung dengan para auliya, seperti pesantren Tebuireng, Pesantren Cipasung, Pesantren Sukorejo Asembagus, Pesantren Syaikhona Kholil, termasuk di antaranya Buntet Pesantren, dan beberapa yang lain.

11. Disamping itu persantren harus bersama melakukan penguatan,lalu pengembangan manhaj. Karena jika tidak, maka NU bisa diganti dengan manhaj baru. dan mungkin bisa seperti ISIS, atau kelompok radikal yang lain.

12. Banyak orang-orang yang berbeda manhaj, yang datang ke NU. Tapi, menawarkan pemikiran lain yang berbeda dengan manhaj Aswaja NU. Saya perhatikan saat ini terdapat fenomena santri yang sudah bosan dengan pemikiran pesantren. Sehingga akhirnya pikirannya menerawang ke mana-mana. Dalam situasi itu, mereka di-"ambil" oleh orang lain, kemudian dikembalikan ke NU.

13.Nahdlatul Ulama itu bukan sekedar organisasi. Akan tetapi jalan hidup untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Maka harus kita pegan teguh secara erat. [dutaislam.com/ab]

Buntet Pesantren, Sabtu 9 April 2016
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini