Selasa, 29 Maret 2016

NU Surabaya Minta Tata Ulang Taman Bungkul

DutaIslam.Com - Surabaya

Problem Taman Surabaya 


Komisi Rekomendasi Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) NU Kota Surabaya  merekomendasikan agar pemerintah menata ulang Taman Bungkul agar menjadi ruang terbuka hijau bernuansa religi.

Ketua PCNU Surabaya, Dr Muhibbin Zuhri mengaku sangat bangga dengan keberadaan Taman Bungkul seperti sekarang ini. Tamannya rindang dan lebih tertata rapi. Hingga mendapat penghargaan kelas dunia sebagai salah satu taman kota terbaik. Hanya saja, dia mengingatkan kalau di dekat Taman Bungkul ada makam Aulia yang sangat dihormati oleh warga Nahdliyin.

"Peziarah merasa terganggu dengan acara-acara yang diadakan di Taman Bungkul. Sound system ribuan watt mengusik kekhusukan peziarah yang sedang berdoa, berzikir dan membaca Al-Quran di Taman Bungkul," terang Muhibbin yang memimpin NU Surabaya dengan tagline NU Urban ini, Senin (28/3/2016).

  

Dia meminta polisi tidak memberikan izin keramaian untuk acara yang menggunakan pengeras suara yang memekakkan telinga di Taman Bungkul. Selain itu, Taman Bungkul juga masih jadi tempat jujugan muda mudi untuk pacaran yang cenderung ke perbuatan maksiat.

"Dulu Bu Risma juga pernah mengatakan akan meminta bantuan tim dari ITS untuk membuat design Taman Bungkul dengan nuansa religi. Kami ingin tahu sejauh mana progress-nya," kata Ketua PCNU Surabaya, Dr Muhibbin Zuhri.

Baca juga:
NU Harus Kontrol Pengajian Liar

Muskercab NU Surabaya digelar mulai 26-27 Maret 2016 di salah satu hotel di Trawas dibuka oleh Sekretaris PWNU Jatim Prof Dr Muzakki dan dihadiri sejumlah kiai NU. Di antaranya KH Asep Syaifuddin Chalim, KH Mas Sulaiman, dan KH Mas Yusuf Muhajir, KH. Mas Mahfudz.

Sekitar 170 peserta dari 24 pengurus MWC (Majelis Wakil Cabang), lembaga dan badan otonom (Banom) NU Surabaya mengikuti  Muskercab. Mereka sangat antusias membahas program-program untuk masa khidmat selama 5 tahun ke depan. Mulai dari Komisi Pengembangan Dakwah dan Budaya, Komisi Pengembangan Pendidikan, Komisi Pengembangan Perekonomian, Komisi Kesehatan dan Kesejahteraan  Umat, Komisi Pengembangan Sumber Daya Manusia, Komisi Pengembangan paham Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah), Komisi  Advokasi dan Optimalisasi Aset, hingga Komisi Rekomendasi. [ab]
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini