Senin, 21 Maret 2016

Kajian Rutin Kitab Hidayaturrahman di Masjid KH Sholeh Darat

DutaIslam.Com - Semarang

Kajian Mbah Sholeh Darat


Komunitas Pecinta KH Sholeh Darat (Kopisoda) menggelar ngaji perdana kitab Hidayaturrahman karya KH. Muhammad Sholeh bin Umar al-Shamarani, di masjid Sholeh Darat, Ahad (20/03/2013). Kitab ini merupakan tafsir surat al-Fatihah dan al-Baqarah. Hadir sebagai penelaah, H. Anashom (Ketua PCNU kota Semarang), H. In’amuzzahidin (Koordinator Kopisoda), Hj. Sri Suhanjati Sukri (tokoh Aisyiyah). 

Menurut rencana, kajian kitab tersebut akan digelar tiap Ahad minggu ketiga. Kitab Hidayaturrahman yang merupakan ringkasan dari Faidurrahhman karangan KH Sholeh Darat. Kitab Faidurrahman ini konon pernah dihadiahkan kepada RA Kartini sebagai kado pernikahan. 

Agus Taufik, dzurriyah KH Sholeh Darat mengapresiasi pembentukan Kopisoda untuk nguri-nguri dan mengkaji kitab-kitab KH Sholeh Darat. Ia yakin, masih banyak keilmuan KH Sholeh Darat yang masih terpendam bersamaan dengan kitab-kitabnya yang belum ditemukan. “Ikhtiar kami bagian dari keluarga dan jamaah ingin melestarikan perjuangan Mbah Sholeh Darat,” katanya.

Taufiq menambahkan kegiatan seperti ini perlu dikembangkan dan yang penting bisa istiqomah. Acara dimulai dengan pembacaan tahlil dipimpin K. Mukri selaku sesepuh takmir masjid. “Tidak ada sekat diantara kita, mbah Sholeh Darat milik kita semua,” jelas Taufiq.

Dalam pemaparan sesi materi kitab, Hj. Sri Suhanjati Sukri mengakui bahwa penelitiannya mengenai Mbah Sholeh Darat terinsiprasi dari penelitian Abdullah Salim. Hal menarik menurut Hj. Sri adalah katuranggan yang ada dalam kitab majmua’at yang berbasis kitab fikih. Ia berharap, ke depan kajian kitab tidak hanya terbatas diikuti oleh Kopisoda belaka. "Harus ada Mbah Sholeh Darat Center untuk menampung dan mengambangkan pemikiran dan hasil karya Mbah Sholeh Darat," ujarnya.

Tesis Anashom tentang gerakan dakwah di Semarang juga memasukkan Mbah Sholeh Darat sebagai salah satu tokoh yang berperan penting dalam penyeberan Islam di Nusantara. Murid yang terlacak antara lain: KH. Hasyim Asy’ari (pendiri NU), KH. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyyah), KH. Mahfudz Termas, KH. R Dahlan Termas (pencipta kalender abadi), KH. Munawir Krapyak Yogyakarta, K. Amir Pekalongan, K. Idris (Jamsaren, Solo), K. Abdullah (Bandungrejo, Mranggen), K. Abdullah Sajad (Sendangguwo), K. Abdul Hamid (Kendal), K. Dimyati (Termas), K. Abdus Shomad, K. Penghulu Tafsir Anom. (penulis Tafsir Jawan), K. Yasir (Bareng, Kudus), M. Salim (Banyuwangi), K. Abdurrahman (Mranggen).

Menurut Anashom, jaringan ulama Mbah Sholeh Darat perlu kita lacak hingga ke Singapura dan Bombay (India) karena kitab-kitab beliau dicetak di sana. Tercatat 13 kitab yang telah ditemukan Kopisoda. Agus Taufiq menambahkan lagi penemuan kitab Mbah Sholeh Darat lainnya, namanya Aqiqatut Tajwid dan Fil Biladil Mukarromah al-Musyarrofah. 

Tampak hadir H. Imam Taufiq (MUI Jateng), M. Rikza Chamami (MUI kota Semarang) dan pecinta kajian Mbah Sholeh Darat. Rencana, Kopisoda akan touring ke berbagai masjid dan lintas organisasi untuk mengembangkan kecintaan kepada Mbah Sholeh Darat. Pertemuan mendatang jatuh pada 17 April 2016, bertempat di masjid Kauman Agung Semarang. (Mukhamad Zulfa/abd)
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini