Minggu, 21 Februari 2016

Teater Sumeh: Jangan Mudah Mengkafirkan

DutaIslam.Com - Jepara

Membaca Pesan Pentas Seni Teater Sumeh SMK Islam Jepara


Dia celingukan, kiri, lalu ke kanan, mata fokus satu titik, tapi tidak menemukan apa yang ia cari. Cahaya senter di kegelapan hanya mengantarkan pemuda itu pada kenyataan, aku aliran A, aku aliran B. Dia akhirnya hanya menemukan bahwa kita ternyata hidup dalam alam keberagaman yang berjejer, yang merentang, dari Sabang sampai Merauke.

Itulah pesan yang disampaikan oleh Kelompok Teater Sumeh dari SMK Islam Jepara dalam pentas Seni Selapanan Lesbumi di Gedung NU Jepara Jl. Pemuda 51 Jepara, Sabtu malam (20/2/2016). Judul naskah “Kiri-Kanan” diambil untuk menyatakan kemajemukan harus dijaga untuk persatuan.

“Pilihlah sesuai pilihanmu/ Pilihanmu jangan sampai salah memilih/ Boleh kiri, boleh kanan/ Boleh arah mana saja/ Asal jangan menikung, alias mengkafirkan diri,” kutipan itu membuat ratusan penonton hening. Ada kegelisahan yang terurai dari aktor di panggung Lesbumi NU Jepara.

Enam orang di altar teater itu tidak berhenti berpuisi bahwa kenyataan dan perbedaan itu nyata. “Bebaslah, asal jangan menyakiti/ Asal jangan mengubah Nusantara/ Asal jangan mengubah Bhinneka Tunggal Ika/ Baik untuk kami, baik untuk umatmu/ Baik juga untuk seluruh alam,” teriak anak-anak itu.

Ya, anak-anak teater asuhan Oki Setiawan itu pada ahirnya juga secara serentak dan bersama-sama menyatakan “Kami Anak Sekolah Make In Indonesia”. Teater jadi penegasan jika anak sekolah harus bebas berekspresi namun tetap jangan mengubah Nusantara.

“Bolehlah demokrasi, tapi jangan kebablasan. Jangan sampai mengubah Bhinneka Tunggal Ika,” terang Oki Setiawan, Wakil Ketua Lesbumi NU Jepara. (DutaIslam/Badri)

pentas teater lesbumi jepara
Para aktor sedang beradegan
(DutaIslam/Badri)
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini