Minggu, 28 Februari 2016

Ngaji Fashalatan KH Sholeh Darat (2)

DutaIslam.Com - Seri Kajian

Setelah Doa Iftitah Sholat


Oleh M Rikza Chamami

Sebelum melanjutkan membaca isi Kitab Fashalatan karya KH Muhammad Sholeh bin Umar Al Samarani (Mbah Sholeh Darat), maka mari kita baca fatihah untuk mushonnif kitab, alfatihah.

Pada Ngaji Fasholatan Mbah Sholeh Darat (1) kemarin telah dijelaskan sampai bacaan do'a iftihah. Oleh Mbah Sholeh Darat, do'a iftihah ini diartikan dengan bahasa Jawa yang kemudian penulis terjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai berikut:

Saya menghadap dengan wajah dan hati pada dzat yang sudah membuat tujuh langit dan tujuh bumi. Artinya saya menghadap sesuai perintah dzat yang menciptakan tujuh langit dan bumi dengan segala isinya. Dan saya juga menghadap baitullah, baik secara fisik maupun hati sesuai dengan perintahNya dalam kondisi hatinya fokus tanpa melihat kanan kiri, kecuali hanua menghadap pada Allah. Dan itu semua secara khusus dijalankan hanya menjalankan perintah Allah dengan penuh kepasrahan tanpa protes sedikitpun. Dan saya juga tidak akan menyekutukan Allah seiring dengan penuh keyakinan ketuhananNya yang tanpa ada Tuhan selainNya. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, matiku semua milik Allah yang menjadi Raja alam dunia. Tidak ada yang menyekutukan Allah dan tidak ada yang menyamai kemuliaan Allah, kecuali semuanya hanya menjadi hamba Allah. Dan dengan demikian, saya menjalankan shalat dan ibadah. Saya juga menjadi hamba Allah yang pasrah mengikuti segala perintah Allah“.

Setelah membaca do'a iftitah itu selesai, maka Mbah Sholeh Darat mengajarkan melanjutkan bacaan ta'awudz: 
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم 


“Ya Allah, lindungalah dan jagalah saya dari godaan syetan, hawa nafsu dan syahwat yang mengajak keburukan”

Setelah bacaan taawudz, maka dilanjutkan membaca surat al Fatihah yang dimulai dari bismillahirrahmanirrahim hingga akhir ayat ولا الضالين

Setelah ayat surat al-Fatihah selesai, maka disunnahkan membaca “amin” yang berarti: “Semoga Allah mengabulkan semua permohonan hamba”.

Setelah itu disunnahkan membaca surat sesuai kemampuan hafalan Anda. Lebih utama jika surat yang dibaca itu tahu artinya, jangan sampai mengucapkan surat tetapi tidak tahu artinya.

Dalam rangka menjelaskan arti surat-surat Al-Qur'an yang dibaca dalam shalat ini, Mbah Sholeh Darat mengupas arti surat al Fatihah dan 24 surat yang terdapat dalam juz 30: al A'la, al Ghasyiyah, al Dluha, al Insyirah, al Tin, al ‘Alaq, al Qadr, al Bayyinah, al Zalzalah, al ‘Adiyat, al Qari'ah, al Takatsur, al ‘Ashr, al Humazah, al Fil, al Quraiys, al Ma'au, al Kautsar, al Kafirun, al Nasr, al Lahab, al Ikhlas, al Falaq dan al Nas.

Khusus untuk shalat Jum'at dan shalat isya' malam Jum'at disunnahkan membaca surat al A'la dan al Ghasyiyah. Adapun perjelasan arti 25 surat di atas akan penulis sajikan secara khusus pada kesempatan setelah ini.

Setelah bacaan surat sudah selesai maka dilanjutkan dengan bacaan ruku':
سبحان ربي العظيم وبحمده 

“Maha suci Tuhanku yang maha agung dan yang terpuji atas kemuliaannya”.

Setelah itu bangkit berdiri dengan i'tidal dengan mengucapkan:
سمع الله لمن حمده 

“Allah telah menerima dan telah memberikan pahala pada hamba yang memujiNya. Allah juga telah mendengarkan orang-orang yang memujinya”.

Setelah itu mengucapkan:

ربنا لك الحمد ملءالسموات وملء الارض وملء ما شئت من شيئ بعد.

Bersambung bagian ke-3

M Rikza Chamami, dosen UIN Walisongo Semarang 
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini