Selasa, 02 Februari 2016

Lucunya Bahasa Ana Antum


Oleh Yaser M Arafat

DutaIslam.Com - Sekarang kalau menulis kata "Amin" tanpa huruf "a" dan huruf "i" double, sering dianggap salah.

Katanya, berdasarkan kaidah bahasa Arab, kalo "Amin" yang tidak ada doublenya itu artinya: "Amankanlah!". Tapi kalo "Aamiin", pake huruf "a" dan "i" double, baru artinya: "Kabulkanlah!". Di situ kadang saya merasa sering ngakak.

Memang sih, kalo "Aamiin" yang pakai huruf double-double itu, tulisan dan ejaan arabnya begitu. Tapi mbokya kalau mau pakai standar Arab, yang konsistenlah! Misalnya, kalau menulis "Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh" itu huruf double-double-nya juga dipakai menjadi "assalAAmu'alaikum warahmatullAAhi wabarakAAtuh".

Atau, "Bismillahirrahmanirrahim" jadi "BisillAAhirrahmAAnirrahIIm". Terus, kalau menulis nama masjid, juga sama. Misalnya "Masjid Al-Azhar" jadi "Masjid Al-AzhAAr". "Masjid al-Istiqomah" jadi "Masjid al-IstiqOOmah". Termasuk nulis kata "Islam", juga harus ditulis "IslAAm".


Atau kalau mau menulis nama para petinggi yang namanya arab-arab kayak nama saya ini, juga tetap pake huruf double-double. Misalnya "Anis Matta", itu harus ditulis lengkap jadi "AnIIs MattAA", "Hidayat Nur Wahid" jadi "HidAAyat NUUr WAAhid", "Muhammad Arifin Ilham" jadi "Muhammad 'AArifIIn IlhAAm", "KH. Abdullah Gymnastiar" jadi "KH. AbdullAAh Gymnastiar", "Shohibul Iman" jadi "ShOOhibul IImAAn", "Jusuf Kalla" jadi "JUUsuf Kalla". 

Lucu kan jadinya? Itulah kalau bahasa Arab tahunya cuma akhi-ukhti, ikhwan fals, dan akhwat albar. Ya Allah, lindungilah bangsa ini dari kelucuan Bahasa Arab yang model ana-antum antem-anteman itu. Amin. [dutaislam.com/ ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini