Selasa, 16 Februari 2016

Kenapa Yaman Tidak Belajar ke Indonesia

DutaIslam.Com - Opini

Oleh Muhammad Hanif Alatas

Ada yang menarik, Rabu 3 Februari 2016 saat alfaqir menjadi penerjemah Syeikhuna al-Habib Dr. Abubakar al-Adni bin Ali al-Masyhur (Hafidzhohullah) dalam seminar bertajuk "Strategi mengatasi propaganda musuh-musuh Islam dalam memecah Ukhuwwah Islamiyyah" di kota Pontianak, Kalimantan Barat.
 
Pada sesi tanya jawab, Rektor UNU Pontianak (Universitas NU) mengajukan pertanyaan kepada Habib Abubakar Al-Masyhur:

"Ya Habib, saya terkesan dengan apa yang antum sampaikan bahwa keadaan umat Islam di Indonesia saat ini masih relatif baik dan kondusif, beda dengan di Timur Tengah. Jika demikian, kenapa tidak antum saja wahai ahlul Yaman yang belajar dengan kita Islam di Indonesia, kenapa kok malah terbalik, kita yang belajar dengan orang Yaman?"

Seketika itu saya menyaksikan betul ekspresi wajah para hadhirin yang cukup geram dengan pertanyaan tersebut.  Setelah pertanyaannya alfaqir terjemahkan ke bahasa Arab untuk al-Habib Abubakar, beliau tersenyum,  lalu menjawab "Justru kami datang kemari untuk mengambil milik kami yang ada pada kalian". Sontak Hadhirin tertawa. 

Habib Abubakar meneruskan: "Bukankah Islam di Indonesia datang dari Yaman? Justru nahnu ashlun wa antum far'un (Kita ini induknya dan antum adalah cabang). Keadaan Yaman saat ini memang sedang kacau karna konflik, justru antum berkewajiban memberikan kontribusi positif demi kebaikan Yaman, bukan justru menyebutkannya dengan buruk. Bukankah seorang anak wajib berbakti kepada orang tuanya?," ucap beliau yang mengundang tawa dan kagum hadirin.

Beliau melanjutkan lagi; "Justru saya datang ke sini untuk mengingatkan, jika kalian ahlu Indonesia tidak menjaga betul-betul kemurnian Madrasah Nabawiyyah yaitu manhaj ahlussunnah wal jamaah serta tashawwuf, jangan heran kalau 5 sampai 10 tahun ke depan keadaan Indonesia akan seperti Timur Tengah, bahkan lebih hancur dari Timur Tengah. Naudzubillah min dzalik. [ab]

آللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدنَآ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيّدنَآ مُحَمَّدٍ
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini