Minggu, 14 Februari 2016

Ini Kata Habib Mundzir Soal Albani

Penilaian Habib Munzir Al Musawa Tentang Albani

Habib Munzir berkata:

Beliau (Albani) itu bukan muhaddits, karena muhaddits adalah orang yang mengumpulkan hadits dan menerima hadits dari para peiwayat hadits. Albani tidak hidup di masa itu, ia hanya menukil nukil dari sisa buku buku hadits yang ada masa kini.

Kita bisa lihat Imam Ahmad bin Hanbal yg hafal 1.000.000 hadits (1 juta hadits), berikut sanad dan hukum matannya, hingga digelari Huffadhuddunya (salah seorang yang paling banyak hafalan haditsnya di dunia), (Sumber: Tadzkiratul Huffadh dan Siyar A'lamunnubala). Dan beliau tak sempat menulis semua hadits itu, beliua hanya sempat menulis sekitar 20.000 hadits saja, maka 980.000 hadits lainnya sirna ditelan zaman,

Imam Bukhari hafal 600.000 hadits berikut sanad dan hukum matannya di masa mudanya, namun beliau hanya sempat menulis sekitar 7.000 hadits saja pada Shahih Bukhari dan beberapa kitab hadits kecil lainnya, dan 593.000 hadits lainnya sirna ditelan zaman.

Demikian para muhaddits-muhaddits besar lainnya, seperti Imam Nasa'i, Imam Tirmidziy, Imam Abu Dawud, Imam Muslim, Imam Ibn Majah, Imam Syafii, Imam Malik dan ratusan muhaddits lainnya. Muhaddits adalah orang yang berjumpa langsung dengan perawi hadits, bukan jumpa dengan buku buku, Albani hanya jumpa dengan sisa-sisa buku hadits yang ada masa kini.

Menyimak Ulama'
Albani bukan pula Hujjatul Islam, yaitu gelar bagi yang telah hafal 300.000 hadits berikut sanad dan hukum matannya, bagaimana ia mau hafal 300.000 hadits, sedangkan masa kini jika semua buku hadits yang tercetak itu dikumpulkan maka hanya mencapai kurang dari 100.000 hadits. Al-Imam An-Nawawi itulah Hujjatul Islam, demikian pula Imam Ghazali, dan banyak imam-imam lainnya.

Albani bukan pula al-Hafidz, ia tak hafal 100.000 hadits dengan sanad dan hukum matannya, karena ia banyak menusuk fatwa para muhadditsin, menunjukkkan ketidakpahamannya akan hadits-hadits tersebut.

Albani bukan pula al-Musnid, yaitu pakar hadits yang menyimpan banyak sanad hadits yang sampai ada sanadnya masa kini, yaitu dari dirinya, dari gurunya, dari gurunya, demikian hingga para muhadditsin dan Rasul SAW.

Orang yang banyak menyimpan sanad seperti ini digelari al-Musnid, sedangkan Albani tak punya satupun sanad hadits yang muttashil.

Para muhadditsin berkata, "Tiada ilmu tanpa sanad," maksudnya semua ilmu hadits, fiqih, tauhid, Al-Qur'an, mestilah ada jalur gurunya kepada Rasulullah SAW, atau kepada sahabat, atau kepada Tabi'in, atau kepada para Imam Imam.

Maka jika ada seorang mengaku pakar hadits dan berfatwa namun ia tak punya sanad guru, maka fatwanya mardud (tertolak), dan ucapannya dloif, dan tak bisa dijadikan dalil untuk diikuti karena sanadnya maqtu' (terputus).

Apa pendapat Anda dengan seorang manusia yang muncul di abad ini lalu menukil nukil sisa sisa hadits yang tidak mencapai 10% dari hadits yang ada di masa itu, lalu berfatwa ini dloif, itu dloif.
Saya sebenarnya tak suka bicara mengenai ini, namun saya memilih mengungkapnya ketimbang hancurnya umat karena tipuan seorang tong kosong. (Habib Mundzir) [ab]
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini