Sabtu, 16 Januari 2016

Ulama' Jangan Hanya Galak ke Umat

Semarang - DUTAISLAM.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah menghadirkan kader ulama se-Jawa Tengah untuk mengikuti Orientasi Kader Ulama (OKU). Kegiatan yang dilaksanakan oleh Komisi Pendidikan dan Kajian Islam MUI Jateng ini digelar selama dua hari di Hotel Semesta Semarang (15-16/1/2016).

Hadir sebagai narasumber kegiatan ini: Dr KH Ahmad Darodji MSi, Prof Ahmad Rofiq MA, Dr Abdul Muhayya MA, KH A Haris Shodaqoh, Dr H Imam Taufiq MAg dan Dr Hj Ummul Baroroh MAg. "Kita harus menguatkan kaderisasi ulama di Jateng agar semakin banyak mewarnai keagamaan di daerah-daerah" tegas Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi.

Foto: Rikza Chamami/Semarang
Dalam suasana yang serba demokratis ini memang sangat butuh figur ulama yang betul-betul paham agama dan melaksanakan ilmunya. Ulama juga perlu mendampingi masyarakat agar masalah agama tertangani dengan baik. "Ulama perlu hadir di hati masyarakat dan jangan hanya galak" tegas Darodji.
Tugas ulama selain menangani agama juga mengurus negara dengan menanamkan bela negara. Tugas bela negara itu tidak mudah, lanjut Darodji, maka dibutuhkan upaya maksimal agar ulama mendidik cinta bangsa sebagaimana ajaran ulama pendahulu kita.

Masalah agama memang tidak mudah untuk diselesaikan, tapi MUI harus mampu merespon itu semua. Sehingga Sekretaris Umum MUI Jateng Prof Dr Ahmad Rofiq MAg menggarisbawahi pentingnya strategi MUI dalam menghadapi perbedaan pendapat agama.

"Manusia memang diciptakan berbeda-beda, sehingga perlu memahami dan mengartikulasikan agama dengan model toleransi yang sesuai kaidah agama" imbuh Rofiq. Persoalan tidak akan pernah selesai, imbuhnya, kalau pemerintah tidak tegas dan menggandeng MUI dalam menyatukan umat.
Sehingga dibutuhkan kerjasama dengan pola komunikasi yang baik antara pemerintah dan MUI. Jadi kader ulama yang cinta Indonesia ini yang dibutuhkan. Kalau ulama sukses mengawal prinsip cinta bangsa, maka agama dan urusan pemerintahan serta kerukukan akan terjamin.

Dalam penyusunan rekomendasi OKU yang dipimpin oleh Dr H Imam Taufiq MAg ditegaskan pentingnya MUI memformalkan lembaga kaderisasi ulama agar lebih sistematis dab profesional. Selain itu, kurikulum OKU perlu dipertajam dalam mendukung lahirnya generasi ulama yang fasih bicara agama dalam konteks keindonesiaan.

Para peserta juga mengusulkan pentingnya lembaga riset profesional yang dimiliki oleh MUI agar cepat merespon isu-isu agama yang sangat dinamis. [ed]
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini