Senin, 25 Januari 2016

Kyai Said Aqil Siraj Disambut Di Sidogiri

DutaIslam.Com - Rilis

Oleh Sulthon

Saya diajak KH Said Aqil Siroj berkunjung ke Ponpes Sidogiri untuk silaturahmi dengan KH A. Nawawi Abdul Jalil dan menghadiri seminar. Sudah kuduga, pertemuan Kyai Said Aqil dengan Kyai Nawawi berlangsung sarat makna dan penuh keakraban.Tentu yang kutunggu pun terjadi: dua kyai berdiskusi tentang keislaman, terutama soal tauhid dan tasawuf. Ini pertemuan kedua yang saya ikuti setelah sebelumnya di Kantor PBNU juga terjadi diskusi cukup gayeng. Banyak tema yang didiskusikan dua kyai saya ini, seperti tentang Keesaan Allah, kekuasaan Allah, angan-angan orang-orang saat shalat yang berbeda-beda terhadap Allah, tentang Ahmadiyah, Syiah, Wahabi, Jawlah, termasuk yang ringan-ringan.

Saya dan sekitar tujuh tamu yang lain asik mendengarkan. Termasuk ada mas Ahmad Sa’dulloh, putra Kyai Abdul Alim yang oleh Kyai Nawawi dikenalkan sebagai menantu Gus An’im Mahrus dari Ponpes Lirboyo, “Lah, ini saudara saya,” kata Kyai Said Aqil yang memang masih famili KH Mahrus Ali Lirboyo.  

Selesai diskusi gayeng, rombongan Kyai Said dipersilahkan untuk makan pagi di kediaman beliau. Selepas Sarapan pagi, Kyai Said Aqil minta ijazah wirid kepada Kyai Nawawi yang langsung dikabulkan, “Ini wirid dari Kyai Cholil Nawawi.” Kata beliau setelah menulis dalam secarik kertas. Tak terasa hampir satu jam kedua kyai saya ini bercengkerama. Lalu Kyai Nawawi pun mengajak Kyai Said Aqil dalam satu mobil menuju lokasi seminar.

Di lokasi Seminar, ratusan undangan terdiri dari kyai, ustadz, habaib sudah berkumpul. Terdapat KH Miftahul Achyar, KH Kafabihi Mahrus, Habib Taufiq, dll., termasuk narasumber Buya Yahya dan Syaikh Abu Bakar al-Adny. Sesi pertama Kyai Said Aqil menyampaikan materi tentang Islam Nusantara yang hingga saat ini menjadi kajian menarik berbagai kalangan.

Setelah break makan siang, seminar memasuki sesi dialog. Sesi ini berlangsung cukup hidup. Habib Taufiq memberi pengantar  bahwa sesi tanya jawab harus dilandasi dengan pikiran jernih untuk menemukan kebenaran. Sesi dialog cukup hidup, hingga Kyai Said Aqil minta saya untuk mengundurkan waktu penerbangan kembali ke Jakarta dari semula pukul 16.00 menjadi pukul 18.00 WIB.

Akhirnya, waktu dialog dikonsentrasikan dengan Kyai Said Aqil. Pada pukul 15.45 WIB dialog selesai dan dilanjutkan dialog dengan Syaikh Abu Bakar al-Adny. Sedangkan Buya Yahya pulang terlebih dahulu sehingga tidak mengikuti sesi dialog.

Kyai Said Aqil menuju ke Lt. 1 menemui Kyai Nawawi Abdul Jalil. Sempat foto-foto di teras dengan para undangan yang banyak juga para dari mereka pengurus PCNU dan MWCNU. Setelah berbincang sebentar dengan Kyai Nawawi, akhirnya Kyai Said Aqil pun kembali ke Jakarta. [ab]



Kyai Ma'ruf Amin sedianya diundang oleh keluarga besar Sidogiri namun berhalangan hadir karena harus ke Doha Qatar memenuhi undangan Menteri Wakaf Qatar. Akhirnya digantikan oleh Buya Yahya yang tidak bisa mengikuti acara hingga selesai karena harus ke Brebes dan Jakarta.
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini