Minggu, 27 Desember 2015

Gus Dur Datang Lagi

Oleh Syarif Hidayatullah

Pagi dini hari, 26 Desember 2015, Gus Dur alias Alm. KH. Abdurrahman Wahid datang lagi. Memakai pakaian khas santai bercelana pendek (atas bawah; biru langit) seingat saya.

Usai bertemu dengan presiden Ir. Joko Widodo dan Ibu Iriana Widodo, beliau naik tangga. Menuju helikopter yang siap tancap gas.
Gus Dur terlihat sedikit kesulitan, melihat hal demikian, sang ajudan dengan sigap membantu. Keadaan yg sepi saya manfaatkan, berlari dan ikut membantu. Singkat cerita, ajudan hilang.

***
"Ini siapa?" Tanya gus Dur lembut berbahasa jawa halus.
"Syarif, cucu panjenengan".
"Oh iya iya. Ada apa nak?" Sambil berjabat tangan erat.
"Ngapunten, saya minta barakah doanya, Gus..."
"Enggeh Enggeh Enggeh. Aamiin. Jangan lupa selalu doakan orang tua ya". Tanggap beliau
"Enggeh gus. Gus, doakan agar rejeki kami banyak dan barakah dunia akhirat..."
"Enggeh Enggeh Enggeh. Jangan lupa selalu berbakti pada orang tua".
"Enggeh Gus..."

***

Jam 03:00 dini hari, alarm saya berbunyi. Di sanalah perpisahan saya dg beliau terjadi.
Lama, sangat lama beliau tidak datang ke mimpi saya. Alhamdulillah,menjelang haul ke-6 beliau datang lagi.

Nb:
Pesan Gus Dur;
Pertama, Selalu doakan yang baik-baik untuk orang tua.
Kedua, Jangan lupa untuk selalu berbakti pada orang tua.

Semoga bermanfaat. []

Jember, 26 Desember 2015

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini