Rabu, 23 Desember 2015

Etika Berdiskusi dalam Islam

DutaIslam.Com - Akhlaq

Dalam berdiskusi, kita diajarkan untuk berkedudukan sama dan tetap beretika yang baik. Seperti termuat dalam Ayat 25 Surat Saba’:

قل لا تسألون عما أجرمنا ولا نسأل عما تعملون

Katakanlah (wahai Nabi): Kalian tidak dimintai pertanggung jawaban atas kesalahan kami, dan kami tidak dimintai pertanggung jawaban atas apa yang kalian perbuat”.


  1. Antara orang yang berbicara (kami) dan yang diajak berbicara (kalian) dalam kedudukan yang sama dan masing-masing bertanggung jawab atas perbuatan sendiri-sendiri. Yaitu sama-sama menggunakan kata ganti Jama’ (Kami dan Kalian).
  2. Menisbatkan dan mengakui kesalahan kepada pribadi (dalam kalimat: “kesalahan kami”), tetapi tidak menisbatkan dan memperlihatkan kesalahan orang yang diajak berbicara (menggunakan kalimat: “atas apa yang kalian perbuat”), dan (tidak dengan mengatakan kalimat “kesalahan kalian”) walaupun lawan bicara adalah orang yang sudah jelas salah dan kufur. [ab]
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini