Minggu, 27 Desember 2015

Cara Indah Menggambar Nabi Muhammad Saw


Oleh Rijal Mumazziq Z

DutaIslam.Com - Kau tahu anakku, manakala beberapa kartunis Denmark ramai-ramai ingin memvisualisasi baginda Rasululllah shallallahu alaihi wasallam dengan imajinasi kotor mereka, kita marah, jelas marah. Tapi apakah kita melawan dengan anarkis? Tidak. Itu tidak akan menyelesaikan masalah, anakku. Ingatlah kalimat indah dari Syaikh Muhammad al-Ghazali dalam 'Jaddid Hayatak' bahwa laut tidak akan pasang gara-gara lemparan kerikil seorang bocah.

Banyak yang melakukan tindakan anarkistis menyikapi kartun tolol tersebut. Tapi, tahukah engkau anakku, ada kisah keren menanggapi karikatur bodoh tersebut. Ya, kisah sekelompok anak-anak muda Inggris yang memutuskan membagikan mawar dan buku-buku biografi Nabi Muhammad kepada orang awam yang berlalu lalang. Ini langkah cerdas, anakku. Sukakah kau? Kuharap demikian.

Ada juga kisah lain manakala Habib Ali al-Jufry yang memutuskan berangkat ke Denmark dan menemui salah satu karikaturis yang dengan konyol dan tolol menggambarkan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Apakah keturunan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam itu langsung memukul dan mencaci maki sang kartunis? Oh tidak. Jelas itu bukan metode akhlak warisan datuknya. 

Habib Ali Al-Jufry dengan lembut menjelaskan akhlak, kemuliaan, dan karakteristik Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Penjelasan yang membuat kartunis itu terpekur dan tidak menyangka betapa mulianya tokoh yang ia karikaturkan.

Sudah cukup? Belum anakku. Habib Umar bin Hafidz, keturunan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang murah senyum itu pernah mendarat di Denmark. Manakala rombongan menginjakkan kaki di bandara, tiba-tiba beliau disambut dengan pembacaan shalawat Nabi oleh sekelompok muslimin Denmark, hingga beliau menoleh ke Habib Salim, putranya, lalu berkata "Bahkan, di negara yang pernah kartunisnya pernah memvisualisasi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ini, kau lihat anakku, kita disambut dengan pembacaan shalawat Nabi".

Anakku, apa kau sudah mengantuk, sayang? Dalam peringatan hari lahir Kanjeng Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, ada segelintir pihak yang mempermasalahkan keabsahan ritual mulia ini. Sejenak, lupakan celoteh orang-orang sinis nan aneh itu. Buang-buang waktu saja meladeni celoteh kebencian. Setidaknya kau bisa menukar waktu debatmu dengan cara menonton film ringkas inspiratif. 

Isinya, seorang guru di Prancis yang memerintahkan para muridnya menggambar Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Seorang anak muslim termenung, lalu ia melaksanakan perintah gurunya dengan cara menuliskan tentang Rasulullah shallallahu alaihi wasalam dan citra beliau bagi dirinya, anggota keluarganya dan umat Muslim. Di bagian belakang tulisannya, sang murid pun hanya menulis kata “Muhammad”. Keren, bukan? [dutaislam.com/ ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini