Jumat, 01 Januari 2016

Apakah Tasyabbuh Itu Selalu Haram?

Oleh Muhammad Idrus Ramli

DUTAISLAM.COM. Tasyabbuh (menyerupai) yang diharamkan dalam agama itu syaratnya ada dua. Pertama, perbuatan tersebut harus perbuatan tercela dalam kacamata agama. Kedua, orang yang melakukan memang hanya bertujuan tasyabbuh

Apabila kedua syarat tersebut tidak terpenuhi, maka tasyabbuhnya tidak diharamkan dalam agama kita. Al-Imam Ibnu Nujaim al-Hanafi rahimahullaah berkata:

اعلم أن التشبه بأهل الكتاب لا يكره في كل شيء وإنا نأكل ونشرب كما يفعلون وإنما الحرام هو التشبه فيما كان مذموما وفيما يقصد به التشبه
Ketahuilah, bahwa menyerupai Ahlul-Kitab (Yahudi-Nasrani) tidak dimakruhkan dalam setiap macam tasyabbuh. Kita makan dan minum seperti mereka lakukan. Tasyabbuh yang haram itu, dalam perbuatan yang memang tercela, dan perbuatan yang memang bertujuan tasyabbuh dengan mereka. (Al-Imam Ibnu Nujaim al-Hanbali, al-Bahr al-Raiq Syarh Kanz al-Daqaiq, juz 2 hlm 11).

Di kalangan ulama wahabi, banyak yang menyandang gelar doktor, magister dan lain-lain. Gelar-gelar tersebut asalnya dari Barat, Nasrani-Yahudi. Tapi berhubung itu adalah gelar keilmuan yang tidak tercela, dan memang tidak dimaksudkan tasyabbuh dengan mereka, maka hukumnya tidak makruh dan tidak haram. Bukankah begitu?


Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini