Dutaislam.com Mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1439 H. Kamis, 21 September 2017

Browsing "Judul lain"

  • Pesan Akhir Tahun Gus Mus

    Admin: Duta Islam → Kamis, 31 Desember 2015
    Renungan menjelang akhir tahun KH. Musthafa Bisri
    1. Kebenaran kita berkemungkinan salah, kesalahan orang lain berkemungkinan benar. Hanya kebenaran Tuhan yang benar-benar benar.
    2. Kalau Anda boleh meyakini pendapat Anda, mengapa orang lain tidak boleh.
    3. Jangan banyak mencari banyak, carilah berkah. Banyak bisa didapat dengan hanya meminta. Tapi memberi akan mendatangkan banyak dan berkah.
    4. Tidak ada alasan untuk tak bersedekah kepada sesama. Karena sedekah tidak harus berupa harta. Bisa berupa ilmu, tenaga, bahkan senyum.
    5. Apa yang kita makan, habis. Apa yang kita simpan, belum tentu kita nikmati. Apa yang kita infakkan justru menjadi rizki yang paling kita perlukan kelak.
    6. Abadikan kebaikanmu dengan melupakannya.
    7. Tawakkal mengiringi upaya. Doa menyertai usaha.
    8. “Berkata baik atau diam” adalah pesan Nabi yang sederhana tapi sungguh penting dan berguna untuk diamalkan dan disosialisasikan.
    9. Janganlah setan terang-terangan engkau laknati dan diam-diam engkau ikuti.
    10. Mau mencari aib orang? Mulailah dari dirimu !
    11. Hati yang bersih dan pikiran yang jernih adalah suatu anugerah yang sungguh istimewa. Berbahagialah mereka yang mendapatkannya.
    12. Meski sudah tahu bahwa memakai kaca mata hitam pekat membuat dunia terlihat gelap, tetap saja banyak yang tak mau melepaskannya.
    13. Awalilah usahamu dengan menyebut nama Tuhanmu dan sempurnakanlah dengan berdoa kepada-Nya.
    14. Ada pertanyaan yang ‘tidak bertanya’; maka ada jawaban yang ‘tidak menjawab’. Begitu.
    15. Sambutlah pagi dengan menyalami mentari, menyapa burung-burung, menyenyumi bunga-bunga, atau mendoakan kekasih. Jangan awali harimu dengan melaknati langit.
    16. Wajah terindahmu ialah saat engkau tersenyum. Dan senyum terindahmu ialah yang terpantul dari hatimu yang damai dan tulus.
    Disarikan dari petuah-petuah bijak Gus Mus.
  • Tahun Baru dengan Sujud Syukur

    Admin: Duta Islam →
    KH. Ma'ruf Amin dan Habib Rizieq
    Oleh KH Ma'ruf Amin

    DutaIslam.Com - Tahun 2015 akan segera kita tinggalkan bersama. Ke depan kita akan menapaki lembar per lembar tahun 2016. Betapapun pergantian tahun selalu menyisakan fenomena menarik, dari mulai yang sangat ringan dalam dunia entertaintment sampai dengan kasus-kasus berat dan penuh intrik politik.

    Pergantian tahun merupakan suatu momentum untuk bercermin, lalu menemukan kesalahan dan untuk selanjutnya merumuskan formula yang tepat untuk membenahi kesalahan tersebut dengan harapan tak akan ada yang terulang lagi di tahun depan.

    Pepatah kuno mengatakan bahwa hari kemarin adalah sejarah, hari ini adalah realita dan hari esok menjelma doa. Maka sebab hari kemarin adalah sejarah, sudah seharusnya kita dudukkan secara benar agar bila ia salah tak terulangi lagi ataupun mungkin jika ia benar maka harus kita perjuangkan kembali di hari-hari esok nanti.

    Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah orang yang beruntung, Siapa yang hari ini keadaannya sama dengan kemarin maka dia rugi, Siapa yang keadaan hari ini lebih buruk dari kemarin, maka dia celaka" (Al Hadist).

    Yang utama dan terutama harus kita lakukan dalam konteks menyambut pergantian Tahun ini adalah mendendangkan rasa Syukur yang tak henti-hentinya kepada Allah SWT. Banyak karunia serta berkah yang telah dianugerahkan kepada kita sepanjang mengarungi hari-hari di tahun 2015.

    Banyaknya problem, melimpahnya masalah bukan tidak lain kecuali hanya sebagai sarana Allah SWT untuk “mendidik” kita. Outputnya tentu agar kita semua menjadi dewasa. Baik sebagai pribadi maupun sebagai sebuah bangsa.

    Allah SWT pernah mengatakan dalam Surat Ibrahim: 7 Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

    Dalam konteks menyongsong tahun baru ini sangat relevan bagi kita untuk merenungkan ajaran dan tauladan dari Rasulullah SAW soal hijrah. Hijrah adalah sebuah perjalanan yang membawa kita kepada suatu kemungkinan untuk berijtihad dalam hal apapun di aspek kehidupan ini.

    Hijrah itu misalnya bisa dipahami dari idiom al-Qur’an minaddhulumati ilannur dari kegelapan menuju kepada peradaban yang terang benderang, dan kodrat alam adalah semua aktifitas alam sunnatullah-nya adalah beranjak dari kegelapan untuk bergegas menuju benderang cahaya.

    Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam konteks menyongsong serta merayakan tahun baru ini menghimbau agar:

    Pertama, Marilah kita tunjukkan suasana kebersamaan dengan kesederhanaan dan kebersahajaan di dalam melaksanakan perayaan tahun baru serta menghindarkan diri dari kegiatan-kegiatan yang merusak moral kebut-kebutan, mabuk-mabukan, pesta minuman keras dan lain sebagainya. Kedua, Mari kita memelihara tali ukhuwwah wathoniyyah (persaudaraan sebangsa). Ketiga, Mari kita jadikan momentum pergantian tahun untuk melakukan perbaikan-perbaikan serta refleksi untuk kehidupan yang lebih baik di tahun depan.

    Alakullihal, mari kita sambut Tahun baru 2016 dengan mensyujudkan rasa syukur kita bersama, baik sebagai pribadi atau sebagai elemen bangsa dan negara. Selamat Tahun baru 2016. Kita songsong Indonesia yang lebih baik dan bermartabat. [dutaislam.com/ ab]

    Dr. KH. Ma’ruf Amin, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

    Jakarta, 31 Desember 2015

  • Dapat Jodoh Pramugari

    Admin: Duta Islam → Rabu, 30 Desember 2015
    Pramugari Siap Jadi Istri Kedua

    Ada Pramugari Garuda, sedang cari jodoh, umur 25 tahun, tinggi 168, langsing, 
    cantik, kulit kuning langsat, manja.....

    Mencari suami: bujang, duda, atau beristri (siap jadi istri ke-2)

    Mungkin ada teman-teman cowok sekitar Anda yang berminat serius?

    Yang bersangkutan baru enam bulan jadi pramugari. Sebelumnya telah tiga tahun jadi Pramugara.

    Barangkali  minat?

    Silakan share untuk mengumumkan kabar ini. [ed]


  • Sikap Anshor Menyikapai Terompet Sampul Qur'an

    Admin: Duta Islam →
    "Jaga Kondusifitas, Cegah Provokasi"

    Merebaknya berbagai kasus yang berbau penodaan simbol-simbol agama sungguh memprihatinkan dan perlu diwaspadai. Sebelumnya ada kasus sandal dan celana menggunakan motif kaligrafi Al-Quran. Dan baru-baru ini ada terompet menggunakan sampul al-quran yang beredar dan diperjual-belikan secara massif di jaringan minimarket. Hal-hal tersebut merupakan bentuk-bentuk provokasi untuk menyulut kemarahan ummat Islam.

    Mensikapi hal tersebut, Pimpinan Wilayah GP Anshor Jawa Tengah dengan ini perlu menyatakan sikap sebagai berikut:
    1. Menyerukan kepada seluruh elemen ummat Islam untuk tidak mudah terprovokasi dan bertindak main hakim sendiri. Ummat Islam harus waspada dengan upaya-upaya pihak yang tidak bertanggung jawab dengan cara-cara menghasut dan membuat resah ummat. Terhadap semua hal tersebut, dimohon untuk tidak main hakim sendiri, melainkan menyerahkan kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku;
    2. Menyerukan kepada cabang-cabang Ansor-Banser se-Jawa Tengah untuk secara pro-aktif untuk mencegah merebaknya hal-hal yang meresahkan umat dengan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum setempat;
    3. PW Ansor Jawa Tengah meminta kepada kepolisian untuk tidak menganggap kasus terompet sebagai hal sepele dan melakukan pembiaran tanpa ada proses hukum yang jelas. Mengingat kasus semacam ini sudah terjadi berulang kali dan berpotensi menyulut kemarahan ummat Islam. Untuk itu, PW Ansor Jawa Tengah mendukung aparat kepolisian untuk bertindak tegas mengusut kasus terompet maupun kasus lainnya yang sejenis, mengungkap motifnya serta menindak secara hukum;
    4. Dalam kasus terompet menggunakan sampul Al-Quran ini, Kemenag RI juga harus memberikan keterangan dan sikapnya. Mengingat bahwa pencetakan dan peredaran mushaf Al-quran harus melalui proses koreksi oleh Lajnah Pentashih Mushaf Al-quran Kemenag RI. Artinya, peredaran sisa/afkiran sampul Al-Quran  (yang berdasarkan info yang kami peroleh dalam jumlah dua ton lebih) yang kemudian digunakan jadi terompet ini hampir dipastikan tidak terlepas dari percetakan mushaf Al-Quran yang terdaftar di Kemenag RI. Kenapa ini bisa terjadi?, dan
    5. Dalam kaitannya dengan menghadapi pergantian akhir/awal tahun baru, kader Ansor Banser Jawa Tengah diharapkan ikut aktif mencegah terjadinya berbagai tindak kerawanan yang akan mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat.

    Demikian pernyataan sikap kami, semoga keamanan dan kedamaian tetap terjaga dan masyarakat secara luas bisa menjalankan aktifitas ibadah dan sosialnya dengan tenang.

    Semarang, 29 Desember 2015
    Pimpinan Wilayah
    GP Anshor Jawa Tengah


    IKHWANUDDIN                                                     SHOLAHUDDIN ALY
    Ketua                                                                         Sekretaris

  • Menghindar Dari Begal Motor

    Admin: Duta Islam → Selasa, 29 Desember 2015
    DUTAISLAM.COM-Banyak begal mengincar motor Anda setiap saat, apalagi di musim liburan sekarang ini. Sepulangnya dari SPBU dan mengambil uang di ATM, aku dengan santai mengendarai motor tua kesayanganku.

    Tiba-tiba sekilas terlihat dari kaca spion ada motor yang mengejar…

    Dua orang laki-laki boncengan, jaket kulit, helm full face, tidak keliatan mukanya…

    Aku lihat yang dibonceng tangannya melambai-lambai, memberi kode agar aku ke pinggir…

    "Wahh, iki mesti Begal yg sdh merajalela lagi ngincer motork"

    ilustrasi: sosialberita.net
    Motor cuma satu-satunya, buat bolak-balik ke pasar, pergi kerja, kalo dirampas mau naik apa ?, metromini? Ndak lah...

    Gas motor aku pancal sekenceng-kencengnya…. panik pokok’e

    Tangan sebelah kanan sampe pegel karena melintir handel stang… pokok’e pol-pol’an…

    Taatttt ttiiiittt…. Taaattt tiiitt… motor di belakangku nglakson bola-bali… biar aku minggir….

    Tapi mau gimana lagi… Yamaha 75 cc tua, mbok gas'é diplintir sak kemengé, nganti 'kaing-kaing, larinya cuma sepiro ?.... Lha sing ngoyak ki....kulihat numpak Ninja 250 cc..

    Pokok’e berjuang sampai tetes darah terakhir, pikir ku

    Lama-lama motorku kesusul… wis pasrah lah…

    Pas sejajar motor ku, sing mbonceng buka kaca helem, sambil teriak….

    "Paaak…..itu lho…isterinya tertinggal di Pom Bensin”…...
  • Martinus dan Anjingnya

    Admin: Duta Islam →
    DUTAISLAM.COM-Ada seorang anak dari Papua berusia 9 tahun, namanya Martinus. Suatu hari Martinus berlari lari menemui Pak Purwadi. Martinus meminta Pak Purwadi untuk mengobati anjingnya yang sekarat. Pak Pur mengangguk tersenyum dan mengiyakan.

    Mereka berdua menuju rumah Martinus. Melihat anjing tersebut sekarat, Pak Pur yang asli Jawa itu menempelkan telapak tangannya ke jidat anjing dan berkata dalam bahasa Jawa:

    foto ilustrasi
    "Su, asu (njing, anjing), nek kowe arep mati, yo mati-ò. (kalau kamu mau mati, ya mati aja)". "Nek arep urip, yo waras-ò (kalau mau hidup, sembuhlah)".

    Martinus yang tidak bisa berbahasa Jawa memperhatikan mimik muka Pak Pur. Diam-diam Martinus menghapalkan kata-kata yg dia kira mantra / doa itu.

    Setelah itu Pak Pur langsung pulang.

    Beberapa hari kemudian, Martinus lari-lari ke rumah Pak Pur bermaksud melaporkan bahwa anjingnya sudah sembuh.

    Namun ternyata, Pak Purwadi sedang demam. Martinus terkejut, langsung menuju ke kamar Pak Pur dan menempelkan telapak tangannya ke dahi Pak Pur.

    Selanjutnya Martinus membaca mantra, yang beberapa hari lalu dihapalkan.

     
    "Su, asu, nek kowe arep mati, yo mati o…, Nek arep urip, yo waras o."

    Pak Purwadi kaget dan tertawa. Langsung sembuh [ed]
    .
  • Cak Nun: Keyakinan itu Ibarat Istri Orang Lain

    Admin: Duta Islam →
    DUTAISLAM.COM-Tidak ada masalah lurahnya muslim, cariknya katolik, kamituwonya hindu. Dalam suatu forum saya bertanya:

    “Apakah Anda punya tetangga?”.
    Dijawab serentak “Tentu punya”
    “Punya istri enggak tetangga Anda?”
    “Ya, punya doooong…”
    “Pernah lihat kaki istri tetangga Anda itu?”
    “Secara khusus, tak pernah melihat,” kata hadirin di forum.
    “Jari-jari kakinya lima atau tujuh?”
    “Tidak pernah memperhatikan,”
    “Body-nya sexy enggak?” Hadirin tertawa lepas.

    Dan saya lanjutkan tanpa menunggu jawaban mereka “Sexy atau tidak bukan urusan kita, kan? Tidak usah kita perhatikan, tak usah kita amati, tak usah kita dialogkan, diskusikan atau perdebatkan. Biarin saja”.

    Keyakinan keagamaan orang lain itu ya ibarat istri orang lain. Ndak usah diomong-omongkan, ndak usah dipersoalkan benar salahnya, mana yang lebih unggul atau apapun. Tentu, masing-masing suami punya penilaian bahwa istrinya begini begitu dibanding istri tetangganya, tapi cukuplah disimpan di dalam hati.

    Bagi orang non-Islam, agama Islam itu salah. Dan itulah sebabnya ia menjadi orang non-Islam. Kalau dia beranggapan atau meyakini bahwa Islam itu benar, ngapain dia jadi non-Islam? Demikian juga, bagi orang Islam, agama lain itu salah. Justru berdasar itulah maka ia menjadi orang Islam. Tapi, sebagaimana istri tetangga, itu disimpan saja di dalam hati, jangan diungkapkan, diperbandingkan, atau dijadikan bahan seminar atau pertengkaran.

    Biarlah setiap orang memilih istri sendiri-sendiri, dan jagalah kemerdekaan masing-masing orang untuk menghormati dan mencintai istrinya masing-masing, tak usah rewel bahwa istri kita lebih mancung hidungnya karena Bapaknya dulu sunatnya pakai calak dan tidak pakai dokter, umpamanya.

    Dengan kata yang lebih jelas, teologi agama-agama tak usah dipertengkarkan, biarkan masing-masing pada keyakinannya.

    Sementara itu, orang muslim yang mau melahirkan padahal motornya gembos, silakan pinjam motor tetangganya yang beragama Katolik untuk mengantar istrinya ke rumah sakit. Atau, Pak Pastor yang sebelah sana karena baju misanya kehujanan, padahal waktunya mendesak, ia boleh pinjam baju koko tetangganya yang NU maupun yang Muhammadiyah.

    Atau ada orang Hindu kerjasama bikin warung soto dengan tetangga Budha, kemudian bareng-bareng bawa colt bak ke pasar dengan tetangga Protestan untuk kulakan bahan-bahan jualannya.

    Tetangga-tetangga berbagai pemeluk agama, warga berbagai parpol, golongan, aliran, kelompok, atau apapun, silakan bekerja sama di bidang usaha perekonomian, sosial, kebudayaan, sambil saling melindungi koridor teologi masing-masing. Bisa memperbaiki pagar bersama-sama, bisa gugur gunung membersihi kampung, bisa pergi mancing bareng bisa main gaple dan remi bersama.

    Tidak ada masalah lurahnya Muslim, cariknya Katolik, kamituwonya Hindu, kebayannya Gatholoco, atau apapun. Jangankan kerja sama dengan sesama manusia, sedangkan dengan kerbau dan sapi pun kita bekerja sama nyingkal dan nggaru sawah. Itulah lingkaran tulus hati dengan hati. 

    Sumber: tulisan Emha Ainun Nadjib di situs embunhikmah
  • Fakta Assad dan Syuriah Tak Terbantah

    Admin: Duta Islam →
    10 FAKTA SURIAH YANG TIDAK AKAN MAMPU DIBANTAH

    DUTAISLAM.COM-Fakta-fakta ini sudah berkali-kali diulang sejak 4,5 tahun lalu, dan tidak akan pernah bosan untuk terus mengumumkan:
    1. Pemerintah Suriah tidak pernah membantai Sunni. Hasil pemilu presiden Suriah yang diawasi lembaga-lembaga independen Juni 2014 kemarin, Assad terpilih kembali dengan perolehan 88.7% suara rakyat. Sedangkan kaum Sunni itu mayoritas (74%) di Suriah. Itu artinya mayoritas mutlak rakyat Suriah yang Sunni dan apapun latarnya masih mencintai Assad. Itu yang selalu ditutupi media-media Takfiri. Jika Assad adalah pembantai Sunni, mungkinkah mayoritas rakyatnya yang Sunni tersebut memilih dia?
    2. Satu lagi propaganda murahan yang menyebut Rezim Suriah adalah Rezim Syi'ah. Faktanya, mayoritas kabinet pemerintahan di Suriah diisi oleh orang-orang Sunni. Jabatan-jabatan penting seperti Wakil Presiden, Wakil Presiden 1, Perdana Menteri, Deputi Perdana Menteri, Menteri Luar Negeri, Menteri Informasi, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan dll diisi orang-orang Sunni. Grand Mufti resmi Suriah Syaikh Ahmad Badruddin Hassun pun seorang ulama besar Sunni. Bahkan istri Bashar yaitu Asma al Assad adalah seorang muslimah Sunni dari Homs. Ini semua adalah fakta-fakta yang selalu ditutupi media-media Takfiri tanah air.
    3. Dan (lagi) fakta yang selalu ditutupi mereka, para pemberontak di Suriah mayoritas bukanlah rakyat Suriah, tapi para militan takfiri asing yang datang dari 83 negara (termasuk Indonesia), korban cuci otak sektarian yang ramai-ramai menginvasi Suriah dengan kedok "jihad". Bahkan situs Sohr (Syrian Observatory for Human Rights) yang berafiliasi dengan oposisi pun mengakui > 70% militan yang memberontak di Suriah adalah orang-orang asing/impor (bukan rakyat Suriah).
    4. Fitnah-fitnah Assad membantai Sunni baru ditebar empat tahun terakhir, tepatnya sejak invasi para takfiri asing ke Suriah. Faktanya, sebelum itu tidak pernah terdengar isu-isu tersebut. Bashar al-Assad sudah berkuasa sejak tahun 2000 dan sampai hari ini sunni masih mayoritas di Suriah (74%). Kalau benar Assad membantai/menggenosida kaum Sunni, seharusnya sudah habis semua Sunni di Suriah, wong dia sudah berkuasa 15 tahun. Kenyataannya sampai hari ini Sunni masih mayoritas di Suriah. Masih percaya dengan isu murahan tersebut?
    5. Pada 2009, Qatar mengajukan proposal agar Assad melegalkan jalur pipa gas alamnya melintasi Suriah dan Turki untuk menuju Eropa. Bashar al Assad menolak proposal ini dan pada 2011 ia justru menjalin kerjasama dengan Iraq dan Iran untuk membangun jalur pipa ke Timur. Qatar, Saudi dan Turki adalah pihak yang paling sakit hati dan dirugikan oleh keputusan ini. Khayalan mereka untuk mendapat pemasukan Milyaran dollar dari ekspor Migas buyar seketika. Apa kalian terkejut jika hari ini Saudi, Qatar dan Turki menjadi negara-negara yang paling getol mensponsori dan mempersenjatai para teroris yang hendak menggulingkan Assad? Kenapa USA dan NATO sangat berambisi menggulingkan Assad? Karena mereka dan ketiga negara tersebut adalah sekutu dan mitra bisnis utama. Keputusan Assad akan menguatkan posisi Iran secara ekonomi maupun politis dalam pasar tambang Migas di Timur Tengah dan mengecilkan pengaruh USA dan sekutunya. Apa USA rela? Mimpi!!
    6. Sejak perang Arab-Israel pada 1948 hingga perang edisi ketiga pada 1967, Suriah tidak pernah absen dalam mengirim pasukan militernya melawan Zionis. Suriah bersama Mesir, Iraq dan Jordan saat itu (1967) mengirim 547.000 pasukan melawan Zionis di Sinai dan Golan. Bahkan ketika negara-negara Arab tersebut sudah berdamai dengan Israel, Suriah adalah satu-satunya Rezim Arab yang hingga hari ini tidak bersedia menandatangani perjanjian damai dengan Israel. Hingga perang Suriah dan Israel terus berlanjut pada Yom Kippur 1973 atas pendudukan Israel di Golan. Hingga hari ini PBB harus menurunkan pasukan perdamaiannya di Golan dan menetapkan sebagian wilayah tersebut sebagai zona netral.
    7. Suriah hingga hari ini adalah penampung terbesar pengungsi Palestina di Timur Tengah. Jutaan pengungsi Palestina telah diterima dengan tangan terbuka oleh Pemerintah Suriah sejak 1948 di kamp-kamp pengungsi Yarmouk, Neirab, Handarat, Aleppo dll. Mereka diberi fasilitas Sekolah, Rumah Sakit dll layaknya warga sendiri. Bahkan Assad pun dijuluki sebagai Bapak Pengungsi Palestina. Mereka beranak pinak di Suriah hingga hari ini. Dan tidak mengejutkan jika para pejuang Palestina dari PFLP-GC di Yarmouk (cabang PFLP yang bermarkas di Gaza) dan Brigade al Quds (sayap militer Jihad Islam Palestina di Gaza) sejak awal konflik mengabdi pada Suriah dan bergabung dengan Tentara Arab Suriah melawan para teroris.
    8. Sebuah strategi militer baru telah dimulai di Suriah. Hal ini merubah Suriah selama 15 tahun terakhir kepada sebuah kekuatan militer yang nyata yang lagi-lagi akan mengancam Israel, khususnya pada tingkat pengembangan roket dan persenjataan militer yang lain. Israel melihat ini sebagai ancaman besar. Roket-roket Khaibar M-302 buatan Suriah telah membantu Hizbullah dalam perang 2006 melawan Israel di Lebanon Selatan untuk menghujani Haifa dan kota-kota lain di Israel. Bahkan roket-roket yang sama juga telah digunakan para pejuang Muqawwamah Palestina seperti Hamas, Jihad Islam dan PFLP di Gaza yang membuat pertama kalinya dalam sejarah 1,5 juta Zionis masuk ke dalam bunker perlindungan bom. Suriah bukan hanya gerbang atau jembatan transportasi dan komunikasi antara pejuang Muqawwamah dan Iran, tapi Suriah adalah adalah pendukung nyata pejuang-pejuang resistensi di Lebanon dan Palestina. Suriah adalah bagian vital dalam perjuangan melawan Zionis!
    9. Setelah Hamas diusir dari Jordania pada 1999, di saat negara-negara arab mengucilkan dan mengabaikan Hamas. Suriah membuka tangannya dan menyediakan ibukota negaranya untuk menjadi markas Hamas. Bashar al Assad membangunkan kantor pusat Hamas di Damaskus pada 2001, melalui markas ini Suriah rutin berkoordinasi menjalin cara menyuplai persenjataan kepada kelompok-kelompok Muqawwamah di Gaza, tidak hanya Hamas. Sebutkan jika Saudi, Turki dan Qatar pernah menyuplai senjata atau sebutir saja peluru untuk pejuang Palestina?
    10. Mundur ke belakang kita bicara Libya. Di Libya bahkan tidak ada yang namanya Syi'ah, tapi nyatanya terjadi perang selama 4 tahun di sana. Para pemberontak takfiri dengan bekerjasama dengan NATO dan USA akhirnya berhasil membunuh pemimpin Sunni Muammar Qaddafi secara keji. Masih ingat kan saat itu media-media radikal macam Arrahmah, voa-islam dll menggelari Qaddafi sebagai Toghut, Fir'aun dll dan perjuangan mereka demi menegakkan Khilafah. Khilafah apa yang sudah tegak? Apa Anda tidak belajar dari pola permainan seperti ini?

    Belajarlah dari sejarah wahai orang-orang yang berakal! [ed]
  • Ini Sumpah Presiden Chechnya Perangi Wahabi

    Admin: Duta Islam →
    DUTAISLAM.COM-Presiden Chechnya Ramzan Akhmadovich Kadyrov adalah presiden Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang sangat taat beragama. Sosok yang saat ini dipuja oleh rakyat Chechnya ini mampu menyulap negara yang sebelumnya porak-poranda menjadi negeri indah dan bersih.

    Selain itu, Ramzan Kadyrov yang belum berumur 40 tahun ini juga mendorong penerapan berbagai aspek hukum syariah di negaranya. Islam diajarkan di semua sekolah. Ia memerintahkan wanita berjilbab di gedung publik dan sekolah.

    Saat berbicara kepada media Sky News Arabiya, Bapak presiden yang putranya berumur 10 Tahun tapi sudah hafal Al-Qur’an ini pernah menyatakan bersumpah nazar akan memerangi aliran wahabi yang menurutnya sudah kafir.

    ﺍﻟﺮﺋﻴﺲ ﺍﻟﺸﻴﺸﺎﻧﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻗﺎﺩﻳﺮﻭﻑ ﻟﻘﻨﺎﺓ ﺳﻜﺎﻱ ﻧﻴﻮﺯ ﺍﻟﻌﺮﺑﻴﺔ :“ ﻟﻘﺪ ﻧﺬﺭﺕ ﺣﻴﺎﺗﻲ ﻓﻲ ﻣﺤﺎﺭﺑﺔ ﺍﻟﻔﺮﻗﺔ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﺍﻟﻀﺎﻟﺔ ﺍﻟﻜﺎﻓﺮﺓ , ﺇﻧﻨﺎ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻮﻥ ﻧﺤﺐ ﺍﻟﺼﺤﺎﺑﺔ ﻭﺍﻷﻭﻟﻴﺎﺀ ﻭﺍﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ ﻭﻧﺤﻦ ﻋﻠﻰ ﻧﻬﺞ ﺍﻟﻘﺮﺀﺍﻥ ﻭﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ . ﻟﻘﺪ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﻋﻨﻲ ﺃﻧﻲ ﻣﻠﺤﺪ , ﻭﻫﺬﺍ ﺩﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺟﻬﻠﻬﻢ ﺑﻌﻠﻢ ﺍﻟﺪﻳﻦ , ﻭﻟﻮ ﻋﻠﻤﺖ ﺃﻥ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﺑﻤﻜﺎﻥ ﻣﺎ ﻟﺤﺎﺭﺑﺘﻬﻢ ﺑﻨﻔﺴﻲ , ﻓﻬﻢ ﻓﺮﻗﺔ ﺷﺎﺫﺓ ﺿﺎﻟﺔ ﺗﺤﺎﺭﺏ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻭﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ , ﻭﻫﻢ ﻻ ﻳﻔﻘﻬﻮﻥ ﺷﻴﺌﺎ ﺑﺎﻟﺪﻳﻦ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﻨﺒﺬ ﺍﻹﺭﻫﺎﺏ ﻭﺍﻟﺘﻄﺮﻑ , ﺇﻥ ﺁﺑﺎﺋﻨﺎ ﺣﺎﺭﺑﻮﻫﻢ ﻭﺣﺬﺭﻭﺍ ﻣﻨﻬﻢ ﻭﻧﺤﻦ ﻋﻠﻰ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻨﻬﺞ ﺇﻥ ﺷﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ”

    Presiden Chechnya Ramzan Akhmadovich Kadyrov kepada Sky News Arabiya menyatakan: “Saya 
    sudah bersumpah nazar dalam hidupku akan memerangi kelompok sesat sekte wahhabiyah yang kafir. Sesungguhnya kita adalah kaum muslimin yang cinta kepada para shahabat, para wali Allah, Dan para shalihin. Dan kita berada atas jalan Rasul Shallahu ‘Alaihi Wasallama dan Al Qur’an. Sesungguhnya Wahhabiyah telah menuduh saya sesat, Dan ini menunjukkan atas kebodohan mereka terhadap hukum agama. Jika saja saya mengetahui ada golongan wahhabiyah disuatu tempat maka saya sendiri yang akan memerangi mereka, Karena mereka adalah golongan sedikit dan sesat menyimpang yang memerangi Islam dan kaum muslimin. Mereka tidak memahami ilmu fiqh dalam agama hingga menyebabkan berpaham teroris dan berlebihan dalam beragama.
    Bahwa Ayah -ayah kami telah memerangi dan memberikan peringatan atas bahaya mereka, Maka kami akan senantiasa berada dalam jalan ini, Insya Allah.


    Source: santri.net

  • Wahabi yang Anak Emas Yahudi

    Admin: Duta Islam →


    DutaIslam.Com - Yahudi adalah bangsa Israel yangg sangat benci kepada Tuhan Nabi Muhammad SAW hanya kerana Nabi akhir zaman itu bukanlah lagi dari Bani israel. Mereka bangsa yang terlalu tebal asobiahnya, sehingga mereka sanggup bermusuh dengan Tuhan.

    Sebab itu mereka cetuskan Ajaran anti Tuhan- anti Islam, sekularisme dan menyebarkannya ke seluruh dunia. Yahudi juga dikenali sebagai Zionis. Gerakan ini mula di susun rapi setelah Theodore Herl (pengasas organissasi yahudi internasional) menulis buku "Negara Yahudi" pada 1896. 

    Konsep Zionisme yang menganggap kaum yahudi adalah bangsa terpilih menjadi kuasa terunggul untuk memerintah dunia ini. Memerintah dunia ini dari bukit Zion atau sion di jarussalem sebagai pusat pemerintah yahudi.

    Disinilah terletaknya masjidil Aqsa yang telah wujud sejak zaman Nabi Ibrahim A.S ia adalah tapak bersejarah bagi semua agama samawi. Namun, kerana Yahudi dan Kristian menolak Nabi Muhammad SAW, maka Baitul Maqdis menjadi rebutan antara yahudi, kristian dan Islam. Baitul maqdis adalah kota ketiga terbesar umat Islam selepas Makkah Mukarramah dan Madinah Al-Munawarah.

    Makkah Al-Mukarramah:
    1) terdapat kaabah dan masjidil Haram,
    2) Tanah kelahiran Rasulullah SAW
    3) Tapak kenabian Muhammad SAW.

    Madinah Al-Munawarrah
    1) Terdapat Masjid Nabawi.
    2) Terdapat jasad Rasulullah SAW.
    3) Terbina Daulah Islam pertama dimana Yahudi terhalau dari Haramain (Makkah dan Madinah).

    Baitul maqdis
    1) terdapat masjidil Aqsa
    2) Kiblat pertama umat islam sebelum diubah ke Masjidil haram
    3) Negeri Isra dan miraj tempat perhentian terakhir sebelum Rasulullah SAW Mi'raj ke Sidratil Muntaha.

    Pada 639M dibawah pemerintahan khalifah Umar Al-Khattab, Gabenor Amru bin Ash berjaya menawan Baitul Maqdis dengan aman damai. Pada 1099M perang salib pertama, Baitul maqdis jatuh ketangan kristian. Pada tahun 1189M Salahuddin Al-Ayubi menawan semula Baitul Maqdis dari tangan Richard The Lion Heart. Maka sempurnalah tiga kota suci ini berada dalam khalifah Islamiyah hingga 1917M. Dendam Yahudi terhadap Nabi Muhammad SAW dan Islam semakin mendalam.

    Satu konpirasi dirancang begitu rapi untuk menentang kebangkitan Islam dari dalam. Yahudi mendirikan pusat Studi Islam untuk melatih ejen-ejen perisikan untuk menyusup ke dalam masyarakat islam. Tahun 1822 didirikan "Society Asiatic of Paris, di Paris". Tahun 1823 Royal Asiatic Society of Great Britain and Ireland didirikan di Inggeris; Tahun 1842 American Oriental Society, didirikan di Amerika; Tahun 1916 University Of london mendirikan School Of Oriental Studies sekarang menjadi SOAS (School of Oriental and African Studies). Ejen-ejen Orientalis itu dihantar ke negara-negara Islam dan untuk menyamar sebagai Ulama.

    Diantara tokoh-tokoh orientalis dari Yahudi dan Kristian yang menyusup ditengah-tengah umat islam adalah Mr. Hempher (Syaikh Muhammad Majmui) pada tahun 1710 dihantar oleh British ke Mesir, turki, iraq, hijjaz dan sekitarnya. Mr. Christiaan Snouck Hurgronye (Syaikh Abdul Ghaffar) 1857-1936) di Aceh dan Nusantara. Duncan Black MacDonald (1863-1943) dihantar ke Amerika dan menjadi rujukan cenderakawan Islam dari seluruh dunia.

    Apa itu WAHABI?
    Wahabi adalah satu fahaman yang diasaskan Oleh Muhammad Bin Abdul Wahab. Fahaman ini dinisbahkan atas nama bapaknya Abdul Wahab kepada WAHABI, Tidak kepada namanya sendiri kepada Muhammadi. ini kerana kesepakatan Ulama supaya Umat Islam tidak keliru dengan Fahaman yang dibawa Oleh Muhammad bin Abdul wahab dan Ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.

    Muhammad bin Abdul Wahab adalah orang yang Lemah Ingatan dan Gagap. Ayah dan Abangnya sendiri menganggap beliau tidak siuman (tidak normal). Muhammad bin Abdul wahab sangat terpengaruh dengan ajaran Ibnu Taimiyah yang mengasaskan fahaman Mujasimmah. kemudian dia mengembara dan belajar di BASRAH. berguru dengan Syaikh Muhammad Al-Majmui Yaitu Mr. Hempher. Beliau adalah seorang yang pakar bahasa Arab, turki, parsi dan telah lama mempelajari islam.

    Mr. Hempher merasuh/merayu Muhammad bin Abdul Wahab dengan hadiah Mutaah 2 orang agen perempuan Yahudi yang menyamar sebagai muslimah. Maka dengan Mudah Yahudi mengatur untuk mengajar Muhammad Bin Abdul wahab tentang fahaman yang baru yang sesuai dengan rancangan yahudi. Dengan ajaran yang baru itu, Muhammad bin Abdul Wahab kembali ke kampungnya, Namun ditentang dan diusir oleh bapaknya seorang Ulama Sunni (Ahlus Sunnah Wal Jamaah).

    Kerjasama Yahudi, Keluarga Al-Saud dan Golongan Wahabi membentuk kerajaan Arab Saudi.
    Selepas diusir oleh ayahnya, muhammad bin Abdul Wahab menyambung terus menyebarkan ajarannya itu ke seluruh Najd. Perjuangan yang disebarkan oleh muhammad bin Abdul Wahab itu dipantau oleh Mr. Henpher dan disokong oleh kerajaan British. Muhammad Bin Abdul Wahab membawa misi Yahudi kepada pemimpin-pemimpin Arab.

    Pada Tahun 1747 Muhammad Bin Abdul Wahab bertemu dengan Muhammad bin Sa'ud, dia adalah keturunan Yahudi. Maka bergabunglah Muhammad Bin Abdul Wahab dengan Muhammad bin Sa'ud untuk mengembangkan ajaran wahabi. Diantara ajaran wahabi ialah, Siapa yang tidak ikut wahabi di anggap SESAT, KAFIR, HALAL DARAH dan HARTANYA DIRAMPAS.

    Dengan fatwa Wahabi Ini, Maka orang-orang yang tidak ikut dengan Wahabi akan dibunuh dan hartanya dirampas. Kaum Wahabi melancarkan Perang didalam dan diluar wilayah Najd, seperti Yaman, Hijjaz, daerah sekitar Syria, dan Iraq. Mereka membantai 300 lelaki wilayah kota Al-Ahsa dan merampas harta milik mereka. Pasukan Muhammad Bin Sa'ud dan Muhammad Bin Abdul Wahab terus melakukan kekejaman keseluruh Arab. Siapa yang Taat kepada ajarannya Wajib berBai'at, bila melawan Wajib dibunuh dan harta miliknya dirampas.

    Diantara Umat Islam yang paling banyak dibunuh oleh pasukan ini adalah, Keturunan Rasulullah SAW. Namun ada diantara keturunan Rasulullah SAW yang sempat melarikan diri ke Malaysia dan Indonesia. Peninggalan Rasulullah SAW dimusnahkan supaya Umat Islam tidak lagi membesarkan Rasulullah SAW dan keturunannya. Pada Tahun 1793 Muhammad Bin Abdul Wahab meninggal dunia, Namun ajaran Wahabi semakin mengembang dengan sokongan keluarga Muhammad Bin Sa'ud dan British atau Yahudi. Dinasti As-Sa'ud dan golongan Wahabi terus meluaskan jajahannya hinga pada tahun 1912, berjaya menguasai seluruh Najd.

    Yahudi mencetuskan Revolusi Arab untuk menjatuhkan KekhalifahanUsmaniyyah
    Ketika pemimpin Kekhalifahan Usmaniyyah telah diserang oleh Penyakit Al-Wahan. Agenda Yahudi seturusnya ialah menghapuskan pemerintahan para syarif Makkah yang bertindak sebagai penjaga Haromain. Yahudi melantik satu Agen Yahudi untuk masuk kedalam bangsa Arab.

    Agen ini ialah ilmuan yang menguasai 6 bahasa Dunia, termasuklah bahasa Arab. Yahudi mencari siapakah Tokoh Bangsa Arab yang ambisius dan haus akan kekuasaan. Ditemukan tokoh bernama Sherif Hussin, wakil Kekhalifahan Usmaniyyah di haramain (Makkah dan Madinah). Yahudi berjaya menghasut dan menipu Sherif Hussain untuk membebaskan diri dari Kekhalifahan Usmaniyyah. Yahudi menaburkan semangat Nasionalisme untuk menentang Bangsa Turki dan memimpin Kekhalifahan Usmaniyyah.

    Hubungan antara Yahudi dan Sherif Husain sangat dekat, Bahkan menjadi kawan karip putranya yang bernama Amir Faisal. Amir Faisal berpaling tadah dan memihak kepada Britain (Inggris Raya), sejak dari itulah kerajaan Arab jadi Tali barut Britain. Atas nasihat Yahudi, Sherif Hussain mengirim surat rahasia, untuk memohon bantuan tentara British dengan menjanjikan Sherif Hussain sebagai Raja bagi seluruh wilayah Arab, maka mudahlah Yahudi mengatur keluarga ini untuk merancang wilayah-wilayah kekuasaan KeKhalifahan Usmani sesuai dengan perancangan Yahudi.

    Pada Tahun 1915 Britain (Inggris Raya) mula menduduki kawasan Iraq, akhirnya pada tahun 1917, Britain menduduki kawasan Palestina. Pada tahun 1918, tentera Britain menduduki pusat pemerintahan Turki Usmaniyyah, iaitu Istanbul. Perjanjian Faisal & Weizmann ditandatangani pada 3 januari 1919 dalam persidangan Paris. Weizmann adalah prasident Persatuan Zionis Dunia.

    Selepas perjanjian itu, Weizmann menjadi Prasident pertama di negara Israel. Iraq diserahkan kepada Amir Faisal, Jerussalem atau Palestina diserahkan kepada Kristian, Baitul Maqdis diserahkan kepada Yahudi. Pada Tahun 1922, setelah selesai perang dunia pertama, persidangan di adakan.

    Hasil persidangan adalah Sistem khilafah Islam dihapuskan. Kedua, Khalifah dibuang keluar negara. Ketiga, Harta Khalifah dirampas. Keempat, kerajaan Turki Baru ditetapkan atas dasar Sekuler dibawah pimpinan Mustafa Kamal. Wilayah-wilayah kekuasaan Turki usmaniyyah di ambil sebagai negara jajahan British, prancis dan itali.

    Yahudi Melantik Wahabi sebagai Penguasa Haromain
    Setelah kejatuhan Kekhalifahan Usmaniyyah, Negara-negara kecil seperti Kuwait, Yaman, dan lain-lain diserahkan kepada khabilah-khabilah yang dipilih oleh yahudi. Negara-negara kecil itu, semua tertakluk kepada jajahan British, Prancis dan Itali.

    Janjinya kepada Sherif Hussain untuk mengangkatnya sebagai penguasa seluruh Arab hanyalah janji Kosong. Sherif Hussain hanya mendapat kerajaan Yordania yang kecil dan miskin. Inilah balasan bagi pengkhianat Islam. Pada Tahun 1925 keluarga As-Sa'ud berjaya menawan Kota Suci Makkah daripada Sherif Hussain.

    Pada 10 Januari 1926 Abdul Aziz As-Sa'ud ditetapkan menjadi Raja Hijjaz di Masjidil Haram, Makkah. Pada tahun 1932 setelah menguasai sebahagian besar semenanjung Arab, Ibnu Sa'ud menamakan tanah gabunggan hijjaz dan Najd sebagai Arab Saudi.

    Abdul Aziz ibnu Sa'ud kemudian menetapkan dirinya sebagai Raja Arab Saudi dengan sokongan Pihak British (Inggris). Paham Wahabi ditetapkan menjadi paham Resmi dalam Agama (yg mereka sebut Islam) di Arab Saudi dan dikembangkan ke seluruh dunia. faktanya banyak sekali pertentangan antara paham wahabi dengan ajaran-ajaran Islam yang sesungguhnya.

    Mengapa Yahudi Mencipta Wahabi?
    1) Yahudi sangat memahami, bahwa kekuatan umat Islam adalah pada kekuatan Ruhnya, yakni Ruh yang sangat kenal (ma'rifat) Cinta dan Takut kepada Allah SWT, oleh karena itu Umat islam harus dipisahkan dari Allah.

    2) Yahudi sangat memahami, bahwa kehebatan Umat Islam karena mampu menghubungkan kekuatan Ruh dan kehidupan Lahiriyah. Ruh berhubungan dengan Aqidah dan akhlak yg diajarkan dalam Tasawuf. dan Urusan Lahiriyah mencakup perbuatan yg berkenaan dengan ibadah badaniyyan. Maka kedua urusan tersebut harus dihancurkan dengan menyebarkan ajaran-ajaran yg menyimpang dengan Al-Quran Dan Hadits. namun mereka berupaya membuat ajaran tersebut mirip dengan ajaran alquran dan hadits Supaya banyak umat Islam yg tertipu dengan ajaran tersebut.

    3) Yahudi sangat memahami, Bahwa Kunci Kemenangan Umat Islam adalah karena Adanya Bantuan Ghaib dari Allah SWT, maka Yahudi menghapuskan keyakinan Umat Islam kepada Perkara Ghaib Itu. Ulama Sufi dan Tarikat yang mempunyai karamah dikatakan SESAT dan SYIRIK.
    supaya umat Islam Membencinya dan Meninggalkannya.

    4) Yahudi tahu, bahwa kekuatan Islam adalah berasal dari kecintaan Umat kepada Rasulullah SAW, Ahlul Bait, dan Para Sahabat Baginda SAW. Maka segala peninggalan atau amalan yang dapat meyuburkan kecintaan itu diMUSNAHkan dengan alasan Bid'ah, khurafat, dan Syirik serta lain-lain alasan yang diada-adakan. seperti halnya menuduh Perayaan Maulid sebagai Bid'ah yg menyesatkan.

    5) Yahudi sangat memahami bahwa Selemah-lemah Umat Islam adalah Mereka sangat fanatik dan taqlid kepada ajaran agama yang diajarkan para Ulama. Oleh karena itu, Ulama baru dan Islam gaya baru haruslah diciptakan yang sesuai dengan Agenda Yahudi itu, yakni untuk menipu dan menghancurkan umat islam dari dalam.

    6) Untuk menguasai Kota Suci Umat Islam Haromain (Makkah dan Madinah), Yahudi tidak dapat menghancurkannya seperti tempat-tempat yang lain karena ditakutkan Umat Islam sedunia akan bangkit dan menentang Yahudi.


    Kejahatan Wahabi
    1) Membuat Fatwa setiap yang Bid'ah itu sesat dan yang sesat itu neraka.

    2) Membuat Fatwa Umat Islam yang tidak ikut ajarannya itu sesat, Halal Darahnya (harus dibunuh) dan Hartanya boleh dirampas.

    3) Membunuh Keturunan Rasulullah SAW.

    4) Menghukumkan Sesat kepada keturunan Rasulullah SAW dan Para sahabat yang Mulia.

    5) Menganggap Alam Ruh Itu tidak ada.

    6) Menolak adanya Alam Lahir dan Alam Ruh.

    7) Memusnahkan peninggalan Rasulullah SAW.

    8) Dalam mempelajari Ilmu Usuluddin atau Tauhid, harus menganut ajaran Ibnu Taimiyyah, yang menganggap Tuhan Itu berjisim (berbentuk) seperti makhluk atau mujassimah.

    9) Didalam Fiqh dibenarkan mencampurkan adukkan mazhab dalam satu perkara. sehingga amalan tersebut tidak sah menurut semua mazhab.

    10) Mengambil Sumber Al-Quran dan Hadith tanpa ijma' Ulama dan Qiyas. yakni mengambil makna zhahir dan makna terjemahan saja, yang rentan terjadinya kesalahpahaman.

    11) Melarang keras Umat Islam berdoa dengan tawassul (perantaraan). Supaya doa banyak yang mardud atau tertolak.

    12) Melarang menziarahi Kubur sekalipun Makam Nabi muhammad SAW. supaya umat islam lupa kepada kematian dan alam akhirat. sehingga umat islam lalai dan tetap dalam kemaksiatan.

    13) menghancurkan bangunan atas tempat lahir Nabi SAW. supaya mereka lupa kepada ajaran-ajaran Nabi SAW.

    14) Melarang memuji-muji Nabi seperti baca Qasidah, berzanji, Burdah, tahlil, dan sebagainya. Supaya tidak tumbuh rasa cinta kepada Rasulullah SAW.

    15) Melarang Umat Islam merayakan dan memperingati Maulidur Rasul, Israk Mi'raj, dan semua perayaan hari kerayaan Islam yang lain.

    16) Melarang belajar Sifat 20 dan menuduh sesat ajaran Asy'ari yaitu fahaman Kaum Ahlus sunnah Wal Jamaah. supaya umat islam terjatuh dalam ajaran ibnu taimiyah yang menyesatkan itu.

    17) Melarang Amalan Tarikat, Umpamanya Tarikat Naqsabandiyyah, Syazali, Muhammadiah dan lain-lain tarikat. Supaya tidak ada ajaran yg menuntun agar hati umat islam menjadi bersih dari sifat-sifat yg diharamkan.

    18) Mengundang Amerika untuk mengeksplorasi kekayaan minyak di timur tengah untuk kejayaan mereka.

    19) Berkomplot dengan Amerika membina pengkalan tentera di Arab Saudi, supaya tidak ada yang mengganggu kekuasaan mereka.

    20) Meminta bantuan tentara sekutu dalam perang, untuk menghancurkan Saddam Hussain, supaya kekayaan minyak tetap berada dalam genggaman mereka.

    21) Mencetuskan Gerakkan Teroris seperti Al-Qaeda, dan lain-lain. Untuk memburukkan citra Islam.

    22) Mengubah Arab menjadi Negara Yahudi, dan Haromain menjadi Kota Yahudi, dan lain-lain kejahatan yang merupakan konfirasi Yahudi seperti Punk, Skin Head, Black Metal, Chikano dan lain-lainnya. yakni Untuk menghapuskan keyakinan dan cinta Umat Islam kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. supaya umat islam mengikut cara hidup yahudi dan meninggalkan Tuhan Nabi Muhammad SAW.

    Jelaslah bahawa tujuan Wahabi adalah untuk meninggalkan Allah SWT dan Rasulullah SAW dan mengikuti Yahudi. Wahabi adalah buatan Yahudi.

    Siapakah yang akan memerangi Wahabi?
    Wahai Umat Islam seluruh Dunia, Setelah kita tahu Rahasia ini, Marilah kita perangi Wahabi dan Yahudi dengan Langkah-langkah Ini.

    1) Jangan terpengaruh dengan Ajaran wahabi, jaga diri dan keluarga Anda dari aliran Ini.

    2) Berpegang teguhlah kepada Ahlus Sunnah Wal Jamaah, yaitu Aqidah yang diajarkan Imam Abu Hassan Al-Asy'ari dan Imam Abu Mansur Al-Muntaridi.

    3) Kuatkan Hubungan dengan Allah SWT dan Rasulullah SAW, Kuatkan Hablum minal lah dan Hablum minal Nas (Hubungan Dengan Allah dan dengan sesama manusia).

    4) Ber-fiqih dengan salah satu mazhab yang 4, Yaitu Syafi'i, Maliki, Hanbali dan Hanafi. jangan dicampur-campur.

    5) Lawanlah Hawa Nafsu Buang segala Sifat Jahat dalam Diri Kita dengan berTasawuf berpandukan Imam Al-Ghazali.

    6) Amalkan wirid dan zikir secara berdisiplin dan istiqamah atau amalkan Tarikat yang ada Guru Mursyid.

    7) Jangan Mudah terpancing tawaran manis wahabi.

    8) jangan sekali-kali terlibat dengan gerakkan militan.

    9) Banyaklah bertaubat atas dosa-dosa sendiri dan dosa Umat Islam.

    10) Berdoalah kepada Allah SWT supaya Allah SWT segera memberi pemimpin yang membawa kebenaran untuk menentang Wahabi dan menghapuskan ajaran ini.

    Demikian inilah mengapa wahabi sangat dicintai oleh negara-negara kafir dan penguasa Yahudi dimanapun berada. [dutaislam.com/ ed]

  • Bakti Kepada Ibu, Uwais Al Qarni Jadi Penghuni Langit

    Admin: Duta Islam →
    Ilustrasi Uwais Al-Qarni
    DutaIslam.Com - Di Yaman, tinggallah seorang pemuda bernama Uwais Al Qarni yang berpenyakit sopak, tubuhnya belang-belang. Walaupun cacat, ia adalah pemuda yang soleh dan sangat berbakti kepadanya Ibunya. Ibunya adalah seorang wanita tua yang lumpuh. Uwais senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan Ibunya. Hanya satu permintaan yang sulit ia kabulkan.

    "Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersama dengan kamu, ikhtiarkan agar Ibu dapat mengerjakan haji," pinta Ibunya.

    Uwais tercenung, perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh melewati padang pasir tandus yang panas. Orang-orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan. Namun Uwais sangat miskin dan tak memiliki kendaraan.

    Uwais terus berpikir mencari jalan keluar. Kemudian, dibelilah seeokar anak lembu, Kira-kira untuk apa anak lembu itu? Tidak mungkinkan pergi haji naik lembu. Ternyata Uwais membuatkan kandang di puncak bukit. Setiap pagi beliau bolak balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit. "Uwais gila.. Uwais gila..." kata orang-orang. Yah, kelakuan Uwais memang sungguh aneh.

    Tak pernah ada hari yang terlewatkan ia menggendong lembu naik turun bukit. Makin hari anak lembu itu makin besar, dan makin besar tenaga yang diperlukan Uwais. Tetapi karena latihan tiap hari, anak lembu yang membesar itu tak terasa lagi.

    Setelah 8 bulan berlalu, sampailah musim Haji. Lembu Uwais telah mencapai 100 kg, begitu juga dengan otot Uwais yang makin membesar. Ia menjadi kuat mengangkat barang. Tahulah sekarang orang-orang apa maksud Uwais menggendong lembu setiap hari. Ternyata ia latihan untuk menggendong Ibunya.

    Uwais menggendong ibunya berjalan kaki dari Yaman ke Mekkah! Subhanallah, alangkah besar cinta Uwais pada ibunya. Ia rela menempuh perjalanan jauh dan sulit, demi memenuhi keinginan ibunya.
    Uwais berjalan tegap menggendong ibunya tawaf di Ka'bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata telah melihat Baitullah.

    Di hadapan Ka'bah, ibu dan anak itu berdoa. "Ya Allah, ampuni semua dosa ibu," kata Uwais. "Bagaimana dengan dosamu?" tanya ibunya heran. Uwais menjawab, "Dengan terampunnya dosa Ibu, maka Ibu akan masuk surga. Cukuplah ridho dari Ibu yang akan membawa aku ke surga."

    Subhanallah, itulah keinganan Uwais yang tulus dan penuh cinta. Allah SWT pun memberikan karunianya, Uwais seketika itu juga disembuhkan dari penyakit sopaknya. Hanya tertinggal bulatan putih ditengkuknya. Tahukah kalian apa hikmah dari bulatan disisakan di tengkuk? Itulah tanda untuk Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib, dua sahabat utama Rasulullah SAW untuk mengenali Uwais.

    Beliau berdua sengaja mencari Uwais di sekitar Ka'bah karena Rasullah SAW berpesan, "Di zaman kamu nanti akan lahir seorang manusia yang doanya sangat makbul. Kamu berdua pergilah cari dia. Dia akan datang dari arah Yaman, dia dibesarkan di Yaman. Dia akan muncul di zaman kamu, carilah dia. Kalau berjumpa dengan dia minta tolong dia berdua untuk kamu berdua."

    "Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu, durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan meminta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah, membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan)." (HR. Bukhari dan Muslim)

    Riwayat Uwais Al-Qorni
    Pemuda bernama Uwais Al-Qarni. Ia tinggal dinegeri Yaman. Uwais adalah seorang yang terkenal fakir, hidupnya sangat miskin. Uwais Al-Qarni adalah seorang anak yatim. Bapaknya sudah lama meninggal dunia. Ia hidup bersama ibunya yang telah tua lagi lumpuh. Bahkan, mata ibunya telah buta. Kecuali ibunya, Uwais tidak lagi mempunyai sanak family sama sekali.

    Dalam kehidupannya sehari-hari, Uwais Al-Qarni bekerja mencari nafkah dengan menggembalakan domba-domba orang pada waktu siang hari. Upah yang diterimanya cukup buat nafkahnya dengan ibunya. Bila ada kelebihan, terkadang ia pergunakan untuk membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti dia dan ibunya. Demikianlah pekerjaan Uwais Al-Qarni setiap hari.

    Uwais Al-Qarni terkenal sebagai seorang anak yang taat kepada ibunya dan juga taat beribadah. Uwais Al-Qarni seringkali melakukan puasa. Bila malam tiba, dia selalu berdoa, memohon petunjuk kepada Allah. Alangkah sedihnya hati Uwais Al-Qarni setiap melihat tetangganya yang baru datang dari Madinah.

    Mereka telah bertemu dengan Nabi Muhammad, sedang ia sendiri belum pernah berjumpa dengan Rasulullah. Berita tentang Perang Uhud yang menyebabkan Nabi Muhammad mendapat cedera dan giginya patah karena dilempari batu oleh musuh-musuhnya, telah juga didengar oleh Uwais Al-Qarni.

    Segera Uwais mengetok giginya dengan batu hingga patah. Hal ini dilakukannya sebagai ungkapan rasa cintanya kepada Nabi Muhammmad saw, sekalipun ia belum pernah bertemu dengan beliau. Hari demi hari berlalu, dan kerinduan Uwais untuk menemui Nabi saw semakin dalam. Hatinya selalu bertanya-tanya, kapankah ia dapat bertemu Nabi Muhammad saw dan memandang wajah beliau dari dekat? Ia rindu mendengar suara Nabi saw, kerinduan karena iman.

    Tapi bukankah ia mempunyai seorang ibu yang telah tua renta dan buta, lagi pula lumpuh? Bagaimana mungkin ia tega meninggalkannya dalam keadaan yang demikian? Hatinya selalu gelisah. Siang dan malam pikirannya diliputi perasaan rindu memandang wajah nabi Muhammad saw.

    Akhirnya, kerinduan kepada Nabi saw yang selama ini dipendamnya tak dapat ditahannya lagi. Pada suatu hari ia datang mendekati ibunya, mengeluarkan isi hatinya dan mohon ijin kepada ibunya agar ia diperkenankan pergi menemui Rasulullah di Madinah.

    Ibu Uwais Al-Qarni walaupun telah uzur, merasa terharu dengan ketika mendengar permohonan anaknya. Ia memaklumi perasaan Uwais Al-Qarni seraya berkata, “pergilah wahai Uwais, anakku! Temuilah Nabi di rumahnya. Dan bila telah berjumpa dengan Nabi, segeralah engkau kembali pulang.”

    Betapa gembiranya hati Uwais Al-Qarni mendengar ucapan ibunya itu. Segera ia berkemas untuk berangkat. Namun, ia tak lupa menyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkannya, serta berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi. Sesudah berpamitan sembari mencium ibunya, berangkatlah Uwais Al-Qarni menuju Madinah.

    Uwais Ai-Qarni Pergi ke Madinah
    Setelah menempuh perjalanan jauh, akhirnya Uwais Al-Qarni sampai juga dikota madinah. Segera ia mencari rumah nabi Muhammad saw. Setelah ia menemukan rumah Nabi, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam, keluarlah seseorang seraya membalas salamnya. Segera saja Uwais Al-Qarni menanyakan Nabi saw yang ingin dijumpainya.

    Namun ternyata Nabi tidak berada dirumahnya, beliau sedang berada di medan pertempuran. Uwais Al-Qarni hanya dapat bertemu dengan Siti Aisyah ra, istri Nabi saw. Betapa kecewanya hati Uwais. Dari jauh ia datang untuk berjumpa langsung dengan Nabi saw, tetapi Nabi saw tidak dapat dijumpainya.

    Dalam hati Uwais Al-Qarni bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi saw dari medan perang. Tapi kapankah Nabi pulang? Sedangkan masih terngiang di telinganya pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman, “engkau harus lekas pulang”.

    Akhirnya, karena ketaatannya kepada ibunya, pesan ibunya mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi saw. Karena hal itu tidak mungkin, Uwais Al-Qarni dengan terpaksa pamit kepada Siti Aisyah ra untuk segera pulang kembali ke Yaman, dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi saw. Setelah itu, Uwais Al-Qarni pun segera berangkat mengayunkan langkahnya dengan perasaan amat haru.

    Peperangan telah usai dan Nabi saw pulang menuju Madinah. Sesampainya di rumah, Nabi saw menanyakan kepada Siti Aisyah ra tentang orang yang mencarinya. Nabi mengatakan bahwa Uwais Al-Qarni anak yang taat kepada ibunya, adalah penghuni langit. Mendengar perkataan Nabi saw, Siti Aisyah ra dan para sahabat tertegun.

    Menurut keterangan Siti Aisyah ra, memang benar ada yang mencari Nabi saw dan segera pulang kembali ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama. Nabi Muhammad saw melanjutkan keterangannya tentang Uwais Al-Qarni, penghuni langit itu, kepada para sahabatnya., “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia, perhatikanlah ia mempunyai tanda putih ditengah talapak tangannya.”

    Sesudah itu Nabi saw memandang kepada Ali ra dan Umar ra seraya berkata, “suatu ketika apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi.”

    Waktu terus berganti, dan Nabi saw kemudian wafat. Kekhalifahan Abu Bakar pun telah digantikan pula oleh Umar bin Khatab. Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda Nabi saw tentang Uwais Al-Qarni, penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kembali sabda Nabi saw itu kepada sahabat Ali bin Abi Thalib ra. Sejak saat itu setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, Khalifah Umar ra dan Ali ra selalu menanyakan tentang Uwais Al Qarni, si fakir yang tak punya apa-apa itu, yang kerjanya hanya menggembalakan domba dan unta setiap hari? Mengapa khalifah Umar ra dan sahabat Nabi, Ali ra, selalu menanyakan dia?

    Rombongan kalifah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka. Suatu ketika, Uwais Al-Qarni turut bersama mereka. Rombongan kalifah itu pun tiba di kota Madinah. Melihat ada rombongan kalifah yang baru datang dari Yaman, segera khalifah Umar ra dan Ali ra mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais Al-Qarni turut bersama mereka.

    Rombongan kafilah itu mengatakan bahwa Uwais Al-Qarni ada bersama mereka, dia sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, khalifah Umar ra dan Ali ra segera pergi menjumpai Uwais Al-Qarni.

    Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, khalifah Umar ra dan Ali ra memberi salam. Tapi rupanya Uwais sedang shalat. Setelah mengakhiri shalatnya dengan salam, Uwais menjawab salam khalifah Umar ra dan Ali ra sambil mendekati kedua sahabat Nabi saw ini dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Sewaktu berjabatan, Khalifah Umar ra dengan segera membalikkan tangan Uwais, untuk membuktikan kebenaran tanda putih yang berada di telapak tangan Uwais, seperti yang pernah dikatakan oleh Nabi saw. Memang benar! Tampaklah tanda putih di telapak tangan Uwais Al-Qarni.

    Wajah Uwais Al-Qarni tampak bercahaya. Benarlah seperti sabda Nabi saw bahwa dia itu adalah penghuni langit. Khalifah Umar ra dan Ali ra menanyakan namanya, dan dijawab, “Abdullah.” Mendengar jawaban Uwais, mereka tertawa dan mengatakan, “Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya?” Uwais kemudian berkata, “Nama saya Uwais Al-Qarni”.

    Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais Al-Qarni telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. Akhirnya, Khalifah Umar dan Ali ra memohon agar Uwais membacakan do'a dan istighfar untuk mereka. Uwais enggan dan dia berkata kepada Khalifah, “saya lah yang harus meminta do'a pada kalian.”

    Mendengar perkataan Uwais, khalifah berkata, “Kami datang kesini untuk mohon doa dan istighfar dari anda.” Seperti yang dikatakan Rasulullah sebelum wafatnya. Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais Al-Qarni akhirnya mengangkat tangan, berdoa dan membacakan istighfar. Setelah itu Khalifah Umar ra berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais menampik dengan berkata, “Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi.”

    Ketika Uwais Al-Qarni Wafat
    Beberapa tahun kemudian, Uwais Al-Qarni berpulang ke rahmatullah. Anehnya, pada saat dia akan dimandikan, tiba-tiba sudah banyak orang yang berebutan untuk memandikannya. Dan ketika dibawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana pun sudah ada orang-orang yang menunggu untuk mengkafaninya.

    Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburannya, disana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusungnya.

    Meninggalnya Uwais Al-Qarni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan. Sedemikian banyaknya orang yang tak kenal berdatangan untuk mengurus jenazah dan pemakamannya, padahal Uwais Al-Qarni adalah seorang fakir yang tidak dihiraukan orang. Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, disitu selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu.

    Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya, “siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais Al-Qarni? bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir, yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya sehari-hari hanyalah sebagai penggembala domba dan unta? Tapi, ketika hari wafatmu, engkau menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal. Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamanmu.”

    Berita meninggalnya Uwais Al-Qarni dan keanehan-keanehan yang terjadi ketika wafatnya telah tersebar ke mana-mana. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya, siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni. Selama ini tidak ada orang yang mengetahui siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni disebabkan permintaan Uwais Al-Qarni sendiri kepada Khalifah Umar ra dan Ali ra, agar merahasiakan tentang dia.

    Barulah di hari wafatnya mereka mendengar sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi saw, bahwa Uwais Al-Qarni adalah penghuni langit. Subhanallah. [dutaislam.com/ ab]

  • Masyaallah, Abah Habib Syeich Ini Wafat Saat Sujud

    Admin: Duta Islam → Senin, 28 Desember 2015

    DutaIslam.Com - Saat itu, shaf pertama penuh berdesak-desakan. Habib Abdul Qadir bin Abdurrahman Assegaf, ayahanda Habib Syeich bin Abdul Qadir, mengisyaratkan kepada Habib Najib bin Thoha Assegaf agar maju ke shaf pertama di belakang beliau.

    Melihat shaf pertama yang telah penuh berdesak-desakkan itu Habib Najib bin Thoha berkata, “Shaf pertama telah penuh, wahai Habib.”

    Mendengar jawaban itu Habib Abdul Qadir menjawab dengan penuh kewibawaan, “Wahai anakku, majulah, kau tak mengetahui maksudku!” (Baca: Wali Ini Pernah Wafat Hingga 9 Kali)

    Jawaban itu menjadikan Habib Najib bin Thoha spontan maju ke shaf pertama, walaupun harus memaksakan diri mendesak shaf yang telah penuh itu. “Allaahu akbar”.

    Shalat Jum’at mulai didirikan. Habib Abdul Qadir membaca surat al-Fatihah, lalu membaca surat setelahnya dalam keadaan menangis. Di rakaat kedua pada sujud terakhir, beliau tak kunjung bangkit dari sujudnya. Suara nafasnya terdengar dari speaker masjid.

    Karena sujud itu sudah sangat lama, maka Habib Najib bin Thoha memberanikan diri untuk menggantikan beliau. “Allaahu akbar”, ucapan salam untuk mengakhiri shalat diucapkan. Para jamaah berhamburan lari ke depan ingin mengetahui apa yang terjadi pada habib Abdul Qadir.

    Saat itu mereka mendapati Habib Abdul Qadir tetap dalam keadaan sujud tak bergerak. Lalu tubuh yang bersujud itu dibalik oleh para jamaah, dan terlihatlah wajah Habib Abdul Qadir.

    Masyaalah, setiap orang yang melihat wajah beliau, menitikkan air mata. Bagaimana tidak menitikkan air mata, mereka melihat wajah Habib Abdul Qadir tersenyum dengan jelas sekali. Tersenyum bahagia.

    Habib Abdul Qadir wafat dalam keadaan menikmati amal yang terindah. Di saat melakukan ibadah yang teragung yaitu shalat. Mendirikan shalat itu dalam kondisi yang terutama, yaitu shalat berjamaah. Melakukan shalat yang bermuatan besar, yaitu shalat Jum’at. Pada saat melaksanakan rukun shalat yang terutama, yaitu sujud. [dutaislam.com/ ab]

  • Milad Boleh kok Maulid Bid'ah

    Admin: Duta Islam → Minggu, 27 Desember 2015

    Untuk menghadapi wahabi, gak perlu mengutip pendapat dari kitab-kitab yang besar-besar. Cukup dari kitab "Amtsilatu al-Tashrifiyah" saja cukup. Buktinya coba minta kepada mereka untuk mencari fi'il madli dari kata "Milad" saja, mereka gak akan tahu. Ini jawaban yang ilmiyah, Para wahabi biasanya merayakan "Milad".

    Padahal kata "milad" itu isim alat, jadi artinya alat melahirkan. Sedangkan "Maulid" itu isim dhorof (zaman/makan) = keterangan (waktu/tempat). "Milad" = alat melahirkan = vagina. Merayakan = pesta. Tasrif lafadz bahasa arab gak ngerti, malah sok nerjemahkan hadits. Coba anda para wahabi, cari fi'il madli lafadz "Maulid dan Milad", kemudian anda tashrif-kan. "Maulid" dilarang, yang boleh itu "milad". Jadi maksudnya mereka membolehkan melakukan pesta sex. Naudzu billah, tsumma naudzu billah... (belajar shorof yang benar dulu agar faham ucapan-ucapan kata bahasa Arab).

  • RMI NU Jateng Jalin Mitra Dengan Sulaimaniyyah Turki

    Admin: Duta Islam →

    DutaIslam.com - Pengurus Wilayah Rabithah Ma'ahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah menerima kunjungan dari pengasuh Pesantren Sulaimaniyyah Turki di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (26/12), Ustadz Ali Dede Al Hafidz.

    Silaturahim ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan RMI Jawa Tengah ke pesantren Sulaimaniyah Turki di Jakarta 2 Desember lalu guna pengembangan pesantren di Jawa Tengah.

    "Kita perlu belajar kepada pesantren Sulaimaniyah di antaranya pada manajemen tata ruang yang efektif, manajemen lingkungan dan kebersihan berbasis santri, dan tentu saja pada terobosan metode tahfidhnya," kata Mandzur Labib, Sekretaris PW RMINU Jawa Tengah.

    Pesantren Sulaimaniyah dinilai berhasil menyiasati tata ruang. Dengan jumlah luas tanah yang terbatas, pesantren ini bisa mewujudkan ruang yang berfungsi maksimal. Sulaimaniyah juga mampu menghadirkan sistem kebersihan yg baik dengan tetap melibatkan santri sebagaimana umumnya pesantren, bukan tenaga khusus. Sedangkan dalam metode tahfidh Sulaimaniyah memiliki metode khusus "Turki Usmani".

    "Kita bisa membuat tata ruang yang efektif dan efesien untuk pesantren yang kita miliki," ungkap Abu Choir, anggota Departemen Pengembangan Ekonomi RMINU Jateng.
    Menurutnya, tata ruang yang sedemikian rupa bisa menghemat biaya dan luas tanah. Sehingga, asumsi bahwa mendirikan pesantren harus memiliki tanah luas bisa bergeser dengan menejemen yang seperti ini.

    "Kita juga sedang merencanakan untuk membuat gerakan pesantrenku bersih pesantrenku keren (PBPK)," tambah Abu Choir yang dipercaya RMINU Jateng menjadi ketua program PBPK.
    Pengurus RMINU Jateng berharap, jalinan silaturahim yang baik dengan pesantren Sulaimaniyyah ini akan memperluas kerja sama di sektor lain. Ustadz Ali dengan tangan terbuka menyambut baik berbagai bentuk kerja sama dengan pesantren di bawah naungan RMINU Jateng.

    Pesantren Sulaimaniyyah berada di bawah Yayasan Pusat Persatuan Islam di Indonesia atau United Islamic Cultural Center of Indonesia (UICCI). Pesantren Sulaimaniyyah yang berpusat di Turki ini telah memiliki cabang 6000 di dunia. Sementara di Indonesia telah lebih dari 22 cabang, mulai di Jakarta, Yogjakarta, Medan, Bogor, Bandung, Surabaya, Semarang, Aceh, Klaten, Sukabumi, Temanggung, dan Pangkalan Bun. (dutaislam.com/ Zulfa)

    Source: Nu Online
  • Membersihkan Media Wahabi (Buku, Radio dan TV) dari Masjid dan Perpus

    Admin: Duta Islam →

    DutaIslam.Com - Pemerintah Kuwait dikabarkan menutup siaran TV Wesal milik kelompok wahabi garis keras yang berbasis di Saudi Arabia. Penutupan ini dilakukan pasca pengeboman yang menewaskan sekitar 25 orang dan melukai 200 jama'ah shalat Jum'at, 26 Juni 2015 lalu.

    Pemerintah Tunisia bahkan akan menutup 80 masjid beraqidah wahabi setelah terjadi serangan terhadap turis asing sebanyak 39 orang yang akhirnya meninggal, di Sousse-Tunisia.

    Dari pemeriksaan tersebut pemerintah menyita buku-buku yang berbau gerakan salafi, terutama buku-buku yang ditulis oleh Muhammad bin Abdul Wahab, Ibn Baz, Ibn Utsaimin, Ibn Taimiyah, Said Abdul ‘Adhim, Abdul Latif Mustahri, Abu Ishaq al-Huwaini, Mohammed Hussein Yacoub, dan Mohammed Hassan.

    Banjir darah selalu mewarnai berita-berita diseluruh negara mayoritas muslim, dan pelakunya hampir semua beraqidah wahabi. (Baca juga: Sejarah Kelam Sekte Wahabi dan Berdirinya Kerajaan Saudi Arabia)

    Menimbang ini semua hendaknya pemerintah Indonesia bersiap-siap menghadapi kemungkinan ini terjadi di Indonesia. Meskipun terkesan terlambat tapi daripada tidak sama sekali, sebaiknya pemerintah menutup semua sumber-sumber penyiaran wahabi di seluruh Indonesia, demi kemaslahatan seluruh warga negara Indonesia. Adapun TV dan Radio milik kelompok ini antara lain:

    Media TV:
    1. Dakwah TV
    2. Sarana Sunnah TV
    3. Ahsan TV Indonesia
    4. Rdja TV
    5. Yufid TV
    6. Wesal TV
    7. Bunayyah TV

    Media Radio :
    1. Radio Rodja - 756 AM (Area: Jabodetabek, Cileungsi, dan sekitarnya)
    2. Radio Hang FM ~ 106 FM (Area: Batam dan sekitarnya)
    3. Radio Assunnah (Area: Cirebon dan sekitarnya)
    4. Radio Muslim (Area: Yogyakarta dan sekitarnya)
    5. Radio Suara Qur'an - 94,4 FM (Area: Solo dan sekitarnya)
    6. Radio Al-Iman
    7. Radio Ar Royyan (Area: Gresik dan sekitarnya)
    8. Radio Al-Bayan
    9. Radio Ngaji Online
    10. Radio Telaga Hati
    11. Annash Radio (Jakarta)
    12. Radio Muadz (Kendari)
    13. Radio Syiar Sunnah - 981 KHz (Yogyakarta)
    14. Radio Hidayah - 103.4 FM (Pekanbaru)
    15. Radio Fajri FM ( Bogor dan Jabotabek)

    Mohon disebarkan seluasnya. Agar pemerintah Indonesia bisa menyikapi dengan benar dan serius atas beredarnya radio-radio wahabi yang acap mengajarkan ajaran kebencian kepada sesama anak bangsa, bahkan sesama muslim, sebagaimana terjadi di belahan dunia lain. [dutaislam.com/ ab]

  • Ben Anderson, Pesantren dan NU

    Admin: Duta Islam →

    Oleh: Hairus Salim Hs

    Apa hubungan Ben Anderson dengan pesantren dan NU? Jawab sepintas mungkin tak ada. Yang pasti ia bukan bagian dari deretan para indonesianis yang mengkaji secara khusus pesantren dan NU. Kendati demikian, jika kita membaca dan menelusuri beberapa karyanya secara teliti, akan segera terurai di sana suatu benang halus dan putih yang menautkannya ‘secara platonik’ dengan pesantren dan NU.

    Pada tahun 1976, dalam sebuah konferensi tentang arah dan perkembangan kajian Indonesia, Ben mengkritik sedikitnya –atau terabaikannya– kajian mengenai pesantren dan NU. Pengabaian ini sendiri terjadi karena menurutnya ada“prasangka-prasangka ilmiah” di dalam banyak kajian mengenai Indonesia. Sejak tahun 1950an, kajian mengenai Indonesia memang lebih banyak dipengaruhi oleh teori modernisasi. Dalam lansekap kajian itu, pesantren dan NU –seperti umumnya unsur tradisi di dalam masyarakat—dipandang sebagai suatu unsur yang tidak mendukung, bahkan dalam banyak hal dianggap menghambat, modernisasi.

    Tak aneh karena itu, sejak 1950an hingga setidaknya awal 1980an, amat langka kajian setingkat disertasi mengenai pesantren dan NU. Kajian-kajian yang ada lebih banyak memberikan perhatian pada gerakan-gerakan modern, dan pesantren dan NU, disebut biasanya secara sambil lalu, dengan nada yang pejoratif, nyinyir dan merendahkan. Kecenderungan ini bisa ditemukan dengan mudah dalam karya-karya Clifford Geertz, Allan Samson, Lance Castles dan lain-lain.  Greg Fealy (2003) menyebut kecenderungan akademis ini sebagai “wacana yang didominasi modernis”.

    Namun sejak 1980an, kecenderungan ini mulai mengalami pergeseran. Pesantren dan NU –sebenarnya juga unsur tradisi lainnya di dalam masyarakat- mulai memperoleh perhatian ilmiah yang memadai, baik dari pengamat Indonesia maupun dari kalangan sarjana Indonesia sendiri. Pergeseran ini diilhami, secara langsung maupun tidak langsung, saya kira, oleh kritik dan seruan Ben Anderson tersebut, yang kemudian diterbitkan sebagai “Religion and Politics in Indonesia since Independence” (1977). Kutipan karya Ben Anderson ini, misal dari Martin van Bruinessen dan Greg Fealy, yang masing-masing menulis kajian tentang NU yang bisa dikatakan ‘terbaik’ hingga kini, menunjukkan dengan jelas pengaruh kritik Ben Anderson ini.

    Tentu saja pergeseran itu terjadi karena saat itu memang muncul kebosanan dan kejenuhan pada dominasi modernisasi di kalangan ilmuwan sosial. Di lain pihak, berbeda dengan tesis-tesis yang dikembangkan sebelumnya mengenai NU, pada tahun 1970an dan 1980an itu, NU muncul sebagai kekuatan oposan Orde Baru yang penting dan keras. Seruan Ben Anderson pun seperti menemukan gemanya. Sejak itu, mengalir deras kajian mengenai pesantren dan NU, baik dari luar maupun dari dalam negeri, suatu yang disebut Greg Fealy sebagai ‘wacana yang lebih menghormati tradisi.’

    benNamun sebenarnya, jauh sebelum itu, Ben Anderson sudah memiliki simpati yang mendalam pada pesantren dan NU.Dalam karyanya Java in Time of Revolution, Occupation and Resistance 1942-1946 (1972), yang diterjemahkan dengan memikat dan pas menjadi Revoloesi Pemoeda: Pendudukan Jepang dan Perlawanan di Jawa 1944-1946 (1988), ia mendedahbesarnya peranan pesantren dan NU di dalam revolusi.Tak aneh jika Martin van Bruinessen menyebut karya Ben ini sebagai ‘suatu pengecualian’ dari karya-karya akademis tentang Indonesia sepanjang tahun 1930an hingga 1970an yang kebanyakan diwarnai ‘bias modern’.

    Karya Ben ini sendiri sebenarnya merupakan kritik terhadap karya George Mc Turnan Kahin (1952) yang lebih banyak menonjolkan peran Sjahrir dan lingkarannya dalam revolusi Indonesia. Berbeda dengan Kahin, Ben menunjukkan peran yang jauh lebih besar kalangan rakyat yang tergabung dalam banyak barisan pemuda, yang tak pernah bisa dikontrol  oleh tokoh-tokoh pusat seperti Sjahrir, bahkan Hatta maupun Sukarno sekalipun. Kalangan rakyat dan pemuda ini memang dekat dengan Tan Malaka, terutama karena ikatan hasrat “Merdeka 100%” yang dikumandangkannya,tapi pengelompokannya sebenarnya sangat luas dan beragam. Salah satunya adalah kalangan pesantren.

    Dalam bagian mengenai “Kebangkitan Pemuda”, Ben menyebut bagaimana seruan pemuda Soetomo, yang kemudian populer sebagai ‘Bung Tomo”, yang selalu dimulai dengan pekik “Allahu Akbar” berhasil menyedot ribuan kalangan pemimpin ‘merah’ di kalangan santri di Surabaya, daerah dataran dan pantai Jawa Timur, dan Madura untuk bergabung dalam gerakan revolusi. Dari desa-desa yang terpencil mereka bergerak ke kota pelabuhan, Surabaya. Lalu puncaknya atau bisa jadi merupakan awalnya, pada tanggal 21-22 Oktober, NU Se-Jawa dan Bali berkumpul dalam sebuah rapat raksasa di Surabaya, yang di antaranya mengeluarkan apa yang dikenal sebagai “Resolusi Jihad”. Maka, kata Ben, dengan pelukisannya yang khas, mendalam dan penuh simpati, makin matanglah sudah suatu revolusi yang digerakkan oleh para pemuda. Suatu gerakan yang mempengaruhi revolusi di tingkat nasional.

    Sependek pengetahuanku, penyebutan Ben atas “Resolusi Jihad” dan sekaligus pentingnya peranan pesantren dan NU dalam revolusi itu, merupakan pengakuan akademis pertama yang sangat penting dan berpengaruh. Bandingkan misalnya dengan kajian Kahin yang tak menyinggung pesantren dan NU (dan pemuda rakyat lainnya), dan lebih menonjolkan peran orang kota, bukan orang desa, kalangan elit, bukan rakyat, dan para orang tua, bukan pemuda. Maka ketika William Frederick dan Soeri Soeroto (1982) memasukkan bab “Tammatnya Zaman Penjajahan” dari otobiografi karya Kiai Saifuddin Zuhri, Guruku Orang-orang dari Pesantren (1974) ke dalam karya mereka yang menghimpun literatur mengenai pemahaman sejarah di Indonesia, terutama dalam bagian mengenai karya-karya sejarah revolusi sebagai wakil pandangan pesantren, hal itu bisa dikatakan sebagai pengakuan lanjutan saja dari yang telah diberikan sebelumnya oleh Ben Anderson. Bahkan bukan tidak mungkin, penyertaan bagian dari karya Saifuddin Zuhri ini sebagai pengaruh langsung maupun tidak langsung dari karya Ben tersebut.

    Pentingnya peran pemuda dan pertaliannya dengan pesantren dalam revolusi ini akan lebih tampak ketika menelisik konsepsi apa yang disebut sebagai ‘pemuda’ itu sendiri di dalam masyarakat Jawa. Pemuda, tulis Ben, adalah masa ambang, di mana seseorang meninggalkan masa kanak-kanaknya, namun belum diakui sebagai seorang tua, sosok yang dewasa. Pemuda adalah masa transisi di mana seseorang harus menempa diri untuk kehadirannya kelak di masyarakat. Dalam masa itu, seorang pemuda harus pergi bertualang, dari suatu daerah ke daerah lain, menyerahkan dirinya pada seorang atau lebih guru, yang mengajarinya banyak keterampilan fisik maupun kekuatan olah rohani.

    Dari sekian jenis pendidikan di masyarakat, maka pesantrenlah –menurut Ben—yang paling baik menggambarkan konsepsi tradisional akan suatu lembaga yang pas dan tepat untuk mempersiapkan kehadiran dan kemunculan pemuda kelak di masyarakat. Dengan empat nilai: kesederhanaan, semangat kerjasama, solidaritas dan ketulusan, para pemuda yang ditempa di pesantren akan menjadi pemimpin dan kelompok masyarakat yang sulit dicari tandingannya. Terutama peran ini berlangsung pada masa-masa krisis, ketika irama masyarakat normal mengalami kegoncangan dan ketidakpastian. Pada saat itu, pesantren memunculkan suatu pemimpin yang berani mengambil resiko untuk mengubah dan menyelamatkan keadaan. Sudah barang tentu di belakangnya berdiri ribuan pemuda santri, yang seperti keluar dari sarang pertapaan dan pengasingannya, untuk mendukungnya dan kelak kembali lagi ketika keadaan sudah dipandang normal dan stabil.

    Gambaran Ben tentang peran pemuda dan hubungannya dengan pesantren ini demikian retoris, memukau, dan inspiratif, meski mungkin terasa agak mendramatisir dan meromantisir. Terutama jika hal itu dilihat di dalam konteks politik dan sosial masa kini. Namun, saya kira, jika melihat kembali proses kemunculan sosok Abdurrahman Wahid sepanjang akhir 1980an sebagai pengritik utama Orde Baru dan berpuncak pada penunjukannya sebagai presiden pada 1999, tampak seperti adanya pengulangan belaka dari apa yang dibayangkan Ben sebagai sosok pemuda dan peran pesantren di masa krisis. Jika dulu revolusi, kini namanya reformasi. Sudah barang tentu pola dan ritmenya berbeda dan berlainan, namun nada dasarnya sama.

    Kini jelas betapa dekat hubungan pesantren dan NU dengan Ben Anderson. Sedemikian jelasnya hingga tak jelas lagi bagaimana hubungan ini hendak diurai. Ben Anderson memerlukan lembaga tradisional pesantren untuk memperkukuh konsepsinya tentang adanya pemberontakan dari bawah yang digerakkan para pemuda dala revolusi, yang menurutnya, bahkan tak ada bandingannya dengan revolusi di negara lain, sementara pesantren memperoleh legitimasi ilmiah dari Ben akan peranannya di masa revolusi yang amat besar gunanya dalam Indonesia modern. Keduanya pada akhirnya saling menerima dan saling memberi.

    Ben Anderson memiliki kecederungan memberikan penafsiran yang kerap berbeda dari penafsiran yang mapan dan konvensionalsehingga menimbulkan kontroversi. Hal ini dilakukannya ketika misalnya melawan tafsir revolusi yang sebelumnya dibangun oleh Kahin dan lain-lain, suatu yang disebut oleh Vedy R. Hadiz sebagai ‘pemberontakan intelektual’. Semangat pemberontakan seperti ini pula yang kerap diusungnya ketika mengkaji aspek-aspek budaya-politik lain, baik di Indonesia maupun di Thailand yang mengukuhkannya sebagai ahli Indonesia dan Thailand, yang khas dan unik. Dalam hal ini, bisa dimengerti jika ia baru-baru ini mengkritik perkembangan kajian Indonesia belakangan ini yang lebih banyak memperhatikan Islam, suatu kecenderungan yang justru ia dorong beberapa dekade lalu, setidaknya dalam kaitan dengan pesantren dan NU.

    Ben Anderson, akademisi yang kemudian keluar dari tempurungnya sebagai ‘spesialis wilayah’ dan memperoleh reputasi internasional, terutama melalui karyanya mengenai nasionalisme sebagai ‘imagined communities’, pada Minggu, 13 Desember 2015 kemarin wafat di Batu, Malang. Sekali lagi, Ben tak pernah mengkaji secara khusus pesantren dan NU. Namun jejak dan namanya tak bisa disisihkan dalam banyak perbincangan mengenai peran pesantren dan NU dalam masa revolusi. Karena itulah, cukup beralasan jika kalangan pesantren dan NU menghaturkan terima kasih dan rasa duka atas kepergiannya tersebut.

    Selamat masuk sorga om Ben!

  • Jumlah Huruf dalam AlQuran

    Admin: Duta Islam →

    Imam Syafi’e dalam kitab Majmu al Ulum wa Mathli ’u an Nujum dan dikutip oleh Imam Ibn ‘Arabi dalam mukaddimah al-Futuhat al Makkiyah menyatakan jumlah huruf-huruf dalam Al Qur ’an diurut sesuai dengan banyaknya:

    o Alif : 48740 huruf,
    o Lam : 33922 huruf,
    o Mim : 28922 huruf,
    o Ha’ : 26925 huruf,
    o Ya’ : 25717 huruf,
    o Wawu : 25506 huruf,
    o Nun : 17000 huruf,
    o Lam alif : 14707 huruf,
    o Ba’ : 11420 huruf,
    o Tsa’ : 10480 huruf,
    o Fa’ : 9813 huruf,
    o ‘Ain : 9470 huruf,
    o Qaf : 8099 huruf,
    o Kaf : 8022 huruf,
    o Dal : 5998 huruf,
    o Sin : 5799 huruf,
    o Dzal : 4934 huruf,
    o Ha : 4138 huruf,
    o Jim : 3322 huruf,
    o Shad : 2780 huruf,
    o Ra’ : 2206 huruf,
    o Syin : 2115 huruf,
    o Dhadl : 1822 huruf,
    o Za' : 1680 huruf,
    o Kha’ : 1503 huruf,
    o Ta’ : 1404 huruf,
    o Ghain : 1229 huruf,
    o Tha’ : 1204 huruf dan terakhir
    o Dzal : 842 huruf.

    Jumlah total semua huruf dalam Al- Qur ’an sebanyak 1.027.000 (satu juta dua puluh tujuh ribu)📌 Jumlah ini sudah termasuk jumlah Huruf Ayat yang di-nasakh.

    Setiap kali kita khatam, kita membaca 1 juta lebih huruf.
    1 huruf = 1 kebaikan.
    1 kebaikan = 10 pahala.

    Kira-kira 10 juta pahala kita dapat jika khatam Quran. Mudah2an ini menjadi motivasi kita untuk terus membaca Qurān dan semoga salah satu pintu Surga untuk pembaca Qurān memanggil kita untuk masuk Surga melaluinya.

    Tetapi rahmat Allah dan keberkahan dariNya jauh lebih berharga dibanding jutaan hitungan pahala.

    Aamiin ALLAHumma Aamiin

    _______________________
    (UstaAbd Majididd)

  • Matematika Poligami

    Admin: Duta Islam →

    Jika  
    A B C D E F G H I J K L M N O P Q R  S T U V W X Y Z

    Sama Dengan :

    1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

    Maka :

    H+A+R+D+W+O+R+K (Kerja Keras) :
    8+1+18+4+23+15+18+11 = 98%

    K+N+O+W+L+E+D+G+E (Pengetahuan) :
    11+14+15+23+12+5+4+7+5 = 96%

    L+O+V+E (Cinta) :
    12+15+22+5 = 54%

    L+U+C+K (Keberuntungan) :
    12+21+3+11 = 47%

    Tidak ada yang membuatnya jadi 100%.
    Lalu apa yang membuatnya jadi 100%..???
    Apakah money..? NO..!!!

    M+O+N+E+Y =
    13+15+14+5+25 = 72%

    Leadership..? NO..!!!
    L+E+A+D+E+R+S+H+I+P =
    12+5+1+4+5+18+19+8+9+16 = 97%

    Ternyata yang bisa membuatnya menjadi 100% adalah :

    I     S    T    R     I   D   U  A
    9+19+20+18+9+4+21+1 = 100%

    Maka beristri dua akan membuat hidup kita bisa berhasil mencapai nilai 100% !!!

    KEBETULAN atau TIDAK...?  tapi itulah MATEMATIKA-nya !!!..😋😋😋😋

    Dan jawaban para istri adalah

    LAMBEMU MAS
    12+1+13+2+5+13+21+13+1+19 = 100%

    (Dari Pak Latif, penulis buku "Resolusi Jihad" disalin dari WA kanjeng madjikan ndoro djuraBaqiyakan Baqiyakiyak)

  • Gus Dur dan Imam Bushiri yang Mencari Kanjeng Nabi

    Admin: Duta Islam →

    Oleh: H. Ahmad Rofi' Usmani

    DutaIslam.Com - Ketika pertama kali mendengarkan madah Al-Burdah indah yang didendangkan Gus Dur (Allahu yarhamuh) di sebuah channel tivi, tak terasa tetes air mata menetes pelan dari kedua mata saya. Lama sekali saya tercenung dan termenung. Entah mengapa, mendengarkan madah nabawiyyah indah menyayat hati yang disenandungkan Gus Dur dengan sepenuh hati itu , yang terbayangkan oleh saya seakan Gus Dur sedang bersimpuh dan berdoa dengan sepenuh hati kepada Allah Swt. dengan tetes mata meleleh deras.

    Huwa al-habibu al-ladzi, turja syafa‘atuhu
    Min kulli haulin min al-ahwali muqtahimi
    ---
    Ya Rabbi bi al-Musthafa, balligh maqashidana
    Waghfir lana ma madha, ya wasi‘ al-karami
    ---
    Maulaya shalli wa sallim da’iman abada
    ‘Ala habibika khairi al-khalqi kullihimi
    ---
    Dialah sang kekasih yang syafaatnya dinanti senantiasa
    (Dalam menghadapi) segala derita dan petaka yang menerpa
    ---
    Wahai Tuhan, demi Al-Musthafa (Muhammad Saw.)
    Antarkanlah kami dalam menggapai cita-cita
    Juga, ampunilah kami dari segala dosa
    Wahai Yang Mahaluas dalam menganugerahkan karunia
    ---
    Tuhan kami, shalawat dan salam kiranya tercurahkan senantiasa
    Kepada kekasih-Mu yang tiada manusia mana pun kuasa menyetarainya

    Madah indah yang disenandungkan Gus Dur di atas sejatinya adalah penggalan dari madah Al-Burdah yang digubah Abu ‘Abdullah Syarafuddin Muhammad bin Sa‘id Al-Shanhaji Ad-Dalashi Al-Bushiri, seorang penyair yang wafat pada 681 H/1279 M di Mesir. 

    Nah, madah dengan judul Al-Kawakib Al-Duriyah fi Madh Khair Al-Bariyyah itu sendiri sejatinya merupakan kasidah yang berisi pujian, kisah kelahiran, mi‘raj, perjuangan, dan doa bagi Nabi Muhammad Saw. 

    Karya yang terdiri dari 162 bait dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa asing, antara lain ke dalam bahasa Latin (1175 H/1761 M), Inggris oleh J.W. Redhouse (1299 H/1881 M), Perancis oleh de Sacy (1238 H/1822), Italia oleh Giuseppe Gabrieli (1319 H/1901 M), dan Jerman oleh Vincenz von Rosenzweig-Schawanau (1240 H/1824 M), di samping berbagai bahasa di dunia Islam, lahir selepas melintasi proses yang menarik. (Baca juga: Perjalanan Mencari Ijazah Burdah Habib Qodir)

    Suatu saat Al-Bushiri berhasrat sekali menggubah madah panjang untuk Rasul Saw. Ketika ia mulai menggubah karyanya itu, ia jatuh sakit dan kemudian kelumpuhan menimpa dirinya. Tapi, hal itu tidak menghalanginya untuk melanjutkan upayanya itu, seraya berdoa kiranya Allah Swt. menyembuhkan kelumpuhan yang menimpa dirinya. 

    Kemudian, suatu peristiwa aneh menimpa dirinya. Selama berbulan-bulan ia merasakan bahwa sesuatu akan terjadi pada dirinya. Manakala makan, ia lebih suka menyendiri, untuk menantikan sesuatu yang bakal terjadi. Manakala tidur, ia suka mencari kamar yang terpencil dan kemudian menantikan sesuatu yang menggelitik perasaannya. 

    Tapi, bukan kematian yang ia nanti-nantikan. Perasaannya mengatakan, seorang tamu agung bakal mengunjunginya. Tamu agung berasal dari sebuah negeri nun jauh dan membawa pesan khusus kepadanya. Kondisi ini membuat karyanya tidak kunjung rampung.

    Dari manakah datangnya perasaan serupa itu? Al-Bushiri sendiri tidak mengetahuinya. Tapi, ia senantiasa merasa, ia harus menanti dalam keadaan bersih dan suci. Lahir dan batin. Lantas, pada suatu malam, dalam mimpi, datanglah sang tamu yang ia nanti-nantikan. 

    Tutur Al-Bushiri tentang peristiwa itu, “Dalam mimpi itu aku bertemu dengan Nabi Saw. Beliau kemudian mengusap-usapkan tangan beliau di pinggangku dan menyerahkan sepotong baju (burdah) kepadaku. Dalam pertemuan itu, tiba-tiba aku berhasil merampungkan gubahanku. Aku pun mendendangkannya di hadapan beliau. Kemudian aku terbangun. Tiba-tiba aku berdiri dan mampu berjalan lagi. Gubahanku itu kemudian kunamakan dengan Al-Burdah.”

    Mengapa hati saya sangat tergetar, sehingga tetes air mata pelan membasahi kedua pipi saya, ketika mendengarkan pertama kali Gus Dur menyenandungkan madah yang indah itu? Hal itu mengingatkan pertemuan pertama saya dengan Gus Dur ketika saya kembali ke tanah air selepas menimba ilmu di Mesir, dini hari pada 23 Februari 1984. 

    Selepas dua hari berada di Jakarta, saya pun menemui Gus Dur di Ciganjur (dekat Gudang Peluru, Cilandak, bukan di Jl. Warung Sila). Gus Dur adalah tokoh pertama yang saya temui di Indonesia. Dalam pertemuan itu, saya membawakan sebuah buku menarik, karya Dr. Muhammad Jabir Al-Anshari, Tahawwulat Al-Fikr wa Al-Siyasah fi Al-Syarq Al-‘Arabi, 1930-1970 (diterbitkan oleh Al-Majlis Al-Wathani li Al-Tsaqafah wa Al-Funun wa Al-Adab pada 1980) yang telah saya terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia (satu kopi terjemahan karya itu saya serahkan kepada Gus Dur, satu kopi saya pinjamkan kepada Cak Dr. Amal Fathullah Zarkasyi yang kini menjadi seorang kiai yang memimpin Pondok Modern Gontor, Ponorogo, Jawa Timur).

    Begitu menerima buku dan terjemahan karya itu, lama Gus Dur membolak-balik “oleh-oleh” saya dari Mesir itu. Lantas, Gus Dur bertanya kepada saya, “Anda tentu telah membaca dan menelaaah karya ini. Apa kelebihan karya ini dibandingkan dengan karya Albert Hourani, Arabic Thought in the Liberal Age 1789-1939? Saya ingin pandangan Anda yang paling obyektif?”

    “Gus,” jawab saya agak kebingungan, karena menerima pertanyaan yang tak terduga itu. “Dua karya itu memang merupakan dua karya menarik tentang cikal bakal pembaharuan Islam di Timur Tengah dan perkembangannya serta dan para tokoh-tokohnya. Tapi, menurut saya, dalam karya Dr. Muhammad Jabir Al-Anshari ada suatu tesis menarik yang tidak saya temukan dalam karya Albert Hourani maupun karya-karya lain tentang gerakan pembaharuan Islam di Timur Tengah…”

    “Apa itu?” tanya Gus Dur penuh perhatian.

    “Begini, Gus,” jawab saya, "semua pembaharu Muslim terkemuka di Timur Tengah, seperti halnya Thaha Husain, Muhammad Husain Haikal, dan Al-‘Aqqad, akhirnya mengakhiri “pengembaraan” mereka, sebelum mereka berpulang, pada suatu titik yang mirip: mereka akhirnya kembali ke pemikiran moderat yang berada di tengah-tengah pelbagai arus pemikiran Islam yang sedang berkembang di kawasan itu. Menariknya, kembalinya mereka ke pemikiran moderat itu senantiasa mereka tandai dengan penulisan karya mereka tentang Rasulullah Saw. Hal itu seakan memberikan isyarat bahwa mereka kembali ke ‘lingkungan Rasul Saw.’"

    Mendengar jawaban saya demikian, Gus Dur termangu lama. Dan, kemudian Gus Dur berucap pelan, “Saya pun akan demikian. Suatu ketika, sebelum berpulang, saya pun akan ‘mencari Kanjeng Nabi Saw.’ dahulu….”

    Kemudian, kami pun terlibat dalam perbincangan panjang hingga menjelang jam delapan pagi. Karena itu, tiga hari yang lalu, ketika mendengarkan madah nabawiyyah menyayat hati yang didendangkan Gus Dur tersebut, saya teringat pertemuan saya dengannya pada 1984 itu, seraya bergumam pelan, “Gus, kiranya Kanjeng Nabi Saw. memberikan syafaatnya kepadamu…” [dutaislam.com/ ab]

    Ditulis pada 2 Januari 2010 pukul 10:27.